Komposit Kitosan-Kolagen-Aloe vera Untuk Aplikasi Scaffolds Jaringan Kulit Bagi Kasus Luka Bakar

Andini Isfandiary, 081211731020 (2016) Komposit Kitosan-Kolagen-Aloe vera Untuk Aplikasi Scaffolds Jaringan Kulit Bagi Kasus Luka Bakar. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
ST.T.15-16 Isf k abstrak.pdf

Download (743kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
50735.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Scaffolds adalah struktur buatan dalam rekayasa jaringan yang mampu menunjang pembentukan jaringan tiga dimensi. Pada kasus luka bakar, scaffolds berfungsi sebagai penutup luka bakar dan memfasilitasi regenerasi sel. Aloe vera merupakan bahan alam yang mampu meregenerasi sel oleh sebab itu pada penelitian ini berusaha mencari prosedur sintesis scaffolds komposit untuk luka bakar berbahan dasar kolagen-kitosan- Aloe vera untuk kemudian dikarakterisasi demi menemukan konsentrasi terbaik Aloe vera sebagai aplikasi scaffolds. Telah dilakukan sintesis scaffolds dengan komposisi penyusunnya yakni kolagen : kitosan (1:1) dilarutkan pada 0,05 M Asam Asetat selanjutnya variasi Aloe vera (AV) yakni 0% AV; 0,1% AV; 0,15% AV; 0,2% AV; 0,25% AV diberikan pada larutan kolagen-kitosan tersebut, lalu menggunakan metode freeze dry untuk mendapatkan scaffolds berpori. Hasinya berupa lembaran scaffolds dengan bentuk menyerupai sponge, berwarna putih kecoklatan dengan tekstur kasar pada permukaan yang halus. Karakterisasi sampel dilakukan dengan FTIR, uji kuat tarik, uji SEM, uji sitotoksisias dan uji degradasi. Pita serapan khas kolagen pada uji FTIR didapatkan pada angka 1645,5 cm-1(C=O stretch), kitosan pada 1540,28 cm-1 (N-H stretch) dan Aloe vera pada 3474,41 cm-1 (N-H stretch) Berdasarkan data uji tarik didapatkan angka tertinggi kuat tarik dimiliki oleh sampel 0,1% AV yakni 0,017 Mpa. Pada uji SEM ditemukan pori berukuran <50 yang memungkinkan terjadinya pertukaran oksigen pada sel. Seluruh sampel memiliki persentase sel hidup diatas 50% saat uji sitotoksisitas yang berarti sampel tersebut tidak toksik. Uji degradasi memberikan hasil bahwa keseluruhan sampel tidak habis selama waktu dua minggu, sehingga memberikan waktu untuk proliferasi sel. Sampel dengan 0,2% AV berpotensi sebagai scaffolds jaringan kulit luka bakar berdasarkan tinjauan hasil uji gugus fungsi, uji sitotoksisitas dan uji degradasi. Kata kunci : Scaffolds, kolagen, kitosan, Aloe vera, luka bakar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK ST.T.15-16 Isf k
Uncontrolled Keywords: Scaffolds, kolagen, kitosan, Aloe vera, luka bakar.
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK7868.D5 Digital electronics and Electronic circuit design
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Tekno Biomedik
Creators:
CreatorsEmail
Andini Isfandiary, 081211731020UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPrihartini Widiyanti, Dr., drg., M.KesUNSPECIFIED
ContributorDyah Hikmawati, S.Si., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 09 Jan 2017 01:05
Last Modified: 06 Jun 2017 17:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/50735
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item