ANALISIS KETERIKATAN ANTARA KADAR PIRAZINAMIDA DALAM PLASMA DAN DOSIS PIRAZINAMIDA DENGAN MEMPERHITUNGKAN FAKTOR BERAT BADAN (PENGAMATAN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS)

MAHARDIAN RAHMADI, 059912161 (2003) ANALISIS KETERIKATAN ANTARA KADAR PIRAZINAMIDA DALAM PLASMA DAN DOSIS PIRAZINAMIDA DENGAN MEMPERHITUNGKAN FAKTOR BERAT BADAN (PENGAMATAN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KK FF 35 04 Rah a.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, sebagian besar kuman ini menyerang pam, selain itu dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. TB telah menjadi masalah dunia. Usaha untuk menanggulangi penyakit ini terns dilakukan, termasuk menggunakan pirazinamida sebagai salah satu obat anti tuberkulosis (OAT). Pyrazinamida sebagai OAT yang digunakan selama masa intensif pengobatan memiliki efek samping yang membahayakan, yaitu kerusakan hepar. Risiko munculnya efek samping ini sebanding dengan dosis pirazinamida yang digunakan. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan kadar pirazinamida dalam plasma, yaitu pada 24· penderita tuberculosis pam barn, yang sedang dirawat inap di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Data dari 24 subyek, usia 17 -62 tahun, berat badan 35 -60 kg, Kondisi faal hati yang ditunjukkan dengan kadar SOOT dan SGPT cenderung normal, meskipun pada beberapa subyek mengalami kenaikan namun masih dalam batas yang masih dapat ditoleransi untuk ikut serta dalam penelitian ini. Keadaan fungsi ginjal rata -rata normal. Diberikan terapi pirazinamida bentuk tablet 1500 mg dengan spesifikasi obat generik dan non generik . Dosis diatur secara empirik yang disesuaikan dengan kondisi subyek. Pengambilan sampel darah dilakukan pada hari pertama dan ketiga sesaat sebelum (0 jam) serta 1 dan 2 jam setelah subyek minum obat sebanyak ± 6 ml dari vena cubiti. Plasma dipisahkan dari sampel darah kemudian disimpan pada suhu -20° C sampai dilakukan penetapan kadar dengan metode spektrofotometri. Sampel tiga kali diekstraksi dengan menggunakan 2 ml campuran metanol:aseton = 3:2, kemudian ekstrak diuapkan pada suhu 55° C di atas water bath dan dibawah aliran gas N2 hingga kering, residu kemudian dilamtkan dalam 4 m1 metanol dan di ukur serapannya dengan spektrofotometer uv-vis pada panjang gelombang 268,5 nm. Dengan rentang dosis 25,0 -42,9 mglkgbblhari didapatkan kadar rata -rata pirazinamida dalam plasma dengan rentang 42,5 -87,9 Jlglml pada saat 1 jam setelah pemberian obat dan dengan rentang 42,5 ,-102,9 Jlglml pada saat 2 jam setelah pemberian obat. Terlihat adanya keterkaitan antara dosis pirazinamida (mglkgbb/hari) dengan kadar pirazinamida dalam plasma (Ilg I ml), kenaikan dosis pirazinamida meningkatkan kadar pirazinamida dalam darah. Dari penelitian ini dapat disarankan agar dosis empirik pirazinamida perlu dipertimbangkan atas dasar herat badan dan kondisi fungsi hati dan ginjal, serta perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan dosis dan kadar pirazinamida dalam plasma dengan rentang waktu pengambilan sampel yang diperbanyak dan jumlah subyek yang lebih banyak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 FF 35-04 Rah a (FILE FULLTEXT TIDAK TERSEDIA)
Uncontrolled Keywords: PIRAZINAMIDA ; TUBERKULOSIS
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
MAHARDIAN RAHMADI, 059912161UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHJ. SITI SJAMSIAH, Prof. DrUNSPECIFIED
ContributorYULISTIANI, Dra. M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 09 Jan 2017 18:10
Last Modified: 09 Jan 2017 18:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/50775
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item