STUDI EFEKTIVITAS TABIR SURYA MINYAK ATSIRI DESTILAT KORTEKS CINNAMOMUM BURMANNI NEES SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

NANIK SETYOWATI, 059912174 (2003) STUDI EFEKTIVITAS TABIR SURYA MINYAK ATSIRI DESTILAT KORTEKS CINNAMOMUM BURMANNI NEES SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KK FF 39 04 Set s.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Paparan sinar matahari yang berlebihan akan menyebabkan gangguan pada kulit, baik berupa eritema atau pigmentasi, dan pada keaadaan yang lebih serius menyebabkan timbulnya kanker kulit. Keadaan tersebut dapat dicegah dengan menggunakan sediaan tabir surya yang mengandung zat aktif tunggal atau campuran yang dapat mencegah transmisi sinar matahari terutama terhadap sinar ultraviolet, dalam hal ini UV A dan UVB. Salah satu bahan tabir surya yang sekarang digunakan adalah turunan Sinamat (Lowe and Shaath, 1990). Turunan sinamat yang dapat ditemukan di alam diantaranya adalah sinamaldehid yang banyak terdapat dalam minyak cinnamomum. Minyak cinnamomum diperoleh dari destilasi air daun dan kulit kayu tanaman dari marga Cinnamomum (http://www.cinnamomum%20 bunnanii.htm). Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa minyak kayu manis yang berasal dari daun Cinnamomum zeylanicum Blume memiliki aktivitas sebagai tabir surya dalam kategori suntan dengan nilai % Transmisi eritema 4-8% dan nitai SPF lebih dari 15 (Kartika, 1993). Berdasarkan hal tersebut maka ingin diteliti aktivitas minyak atsiri dari korteks Cinnamomum burmanni Blume sebagai tabir surya dengan menghitung % transmisi eritema, % transmisi pigmentasi, dan harga sun protection factor (SPF). Efektivitas sediaan matahari dapat dinyatakan dalam % Transmisi eritema, % Transmisi pigmentasi, dan nilai SPF. % Transmisi eritema dan % Transmisi pigmentasi dapat ditentukan secara spektrofotometri UV -VIS dengan mengukur % Transmisi larutan dalam isopropanol pada panjang gelombang 272,5-392,5 nm. Nilai SPF ditentukan dengan menghitung luas area larutan dalam etanol 90 % dengan konsentrasi yang sebanding dengan konsentrasi pada 20 JIDl. Untuk memperoleh konsentrasi yang sebanding, dibuat larutan dengan konsentrasi 0,005; 0,010; 0,050; 0,1; dan 0,2 yang diamati serapannya pada kuvet dengan ketebalan 1 cm. Luas area dihitung pada panjang gelombang yang menyebabkan eritema 290320 nm atau sampai sediaan tidak mempunyai serapan lagi ataU sampai panjang gelombang dimana kepekaan kulit dapat diabaikan yaitu 390 nm . Dari penentuan % Transmisi Eritema dan % Transmisi Pigmentasi didapatkan nilai % Transmisi Eritema larutan 5, 10, 50, 100, dan 200 ppm berturut-turut adalah 27,4850 %; 9,6243 %; 2,9876 %; 1,0757 %; 0,5335 %. Nilai %TP larutan 5, 10, 50, 100, 200 ppm berturut-turut adalah 92,4581 %; 95,8254 %;72,2626 %; 55,7632 %; 31,7127 %. Dari konsentrasi 5, 10, 50, 100, dan 200 ppm yang ditentukan nilai SPFnya, konsentrasi 5 dan 10 ppm tidak dapat dihitung nitai SPFnya karena kadarnya terlalu kecil sehingga tidak memberikan serapan pada panjang gelombang 290390 nm. Konsentrasi 50, 100, dan 200 ppm, nilai SPF berturut-turut adalah 1,0109; 1,0152; 1,0375. nilai ini di bawah nilai SPF untuk kategori proteksi minimal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 FF 39-04 Set s (FILE FULLTEXT TIDAK TERSEDIA)
Uncontrolled Keywords: SUNSCREEN ; CINNAMOMUM
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
NANIK SETYOWATI, 059912174UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHJ. MANGESTUTI AGIL, Dr. MSUNSPECIFIED
ContributorWIDJI SOERATRI, Dr., DEAUNSPECIFIED
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 09 Jan 2017 18:51
Last Modified: 09 Jan 2017 18:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/50796
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item