ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA PERIODE 1984-2005

MARIYANTO, 040318136 (2009) ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA PERIODE 1984-2005. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-mariyanto-8700-abstract-8.pdf

Download (328kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-mariyanto-8247-c3708.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pertanian merupakan sumber dari kemiskinan, hal ini bisa dilihat dari sebagian besar tenaga kerja yang bekeria di sektor pertanian, kesejahteraan hidupnya jauh di bawah standard dan masih lebih baik yang bekerja di luar sektor pertanian. Sehingga memunculkan hipotesis bahwa bekerja dalam sektor pertanian memiliki hubungan positif yang kuat dengan tingkat kemiskinan. Tetapi sektor pertanian bisa menjadi kunci utama keberhasilan pemerintah dalam usaha memerangi kemiskinan di dalam negeri. Penelitian ini menggunakan model Ordinary Least Square dan melihat tentang tingkat kemiskinan pedesaan. Di Indonesia kemiskinan lebih merupakan fenomena pedesaan atau lebih spesifik lagi, pertanian. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa, sebagian besar dari jumlah orang miskin di Indonesia terdapat di pedesaan, dan sebagian besar dari mereka bekerja di sektor pertanian. Variabel atau faktor yang diduga memiliki pengaruh terhadap tingkat kemiskinan pedesaan di Indonesia adalah peningkatan hasil panen padi rata-rata per hektar, upah buruh tani di pertanian dan krisis ekonomi dan pasca bencana alam sebagai variabel dummy. Hasil dari perhitungan dengan menggunakan model Ordinary Least Square (OLS) adalah secara bersama-sama ketiga variabel bebas mempunyai pengaruh terhadap tingkat kemiskinan di pedesaan. Secara parsial, hasil panen padi rata-rata per hektar, upah buruh tani di pertanian dan krisis ekonomi sebagai variabel dummy memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan pedesaan di Indonesia Translation: Agriculture represent the source of poorness, this matter can be seen from most of labor in agricultural sector, prosperity of its life far under standard and still better labor outside agricultural sector. So that appearing hypothesis that working in agricultural sector have strong positive relation with poorness rate. But agricultural sector can become main key efficacy of government in effort fight poorness inside country. This research uses ordinary least square model, hi which this model can look about poorness rate of countryside. In Indonesia poorness more is representing countryside phenomenon or more specific again, agriculture. This matter because of that fact, most of amount of' pauper in Indonesian there arc in countryside, and most of them work in agricultural sector. Variable or anticipated factor have influence to poorness rate countryside in Indonesia are increase the result of mean paddy crop per hectare, farmer labor wages in agriculture and economic crisis and pasca natural disaster as dummy variable. The estimate result by ordinary least square model (OLS) is according together third variable independent have influence to poorness rate in countryside. With partial, result of mean paddy crop per hectare, farmer labor wages in agriculture and economic crisis as dummy variable have influence of significant to poorness rate countryside in Indonesia

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 C.37/08 Mar a
Uncontrolled Keywords: POVERTY; FARM INCOME
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
H Social Sciences > HB Economic Theory > HB522-715 Income. Factor shares
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
Creators:
CreatorsEmail
MARIYANTO, 040318136UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSOEDJONO ABIPRAJA, Prof. Dr., SEUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Luluk Lusiana
Date Deposited: 06 Jan 2009 12:00
Last Modified: 01 Oct 2016 07:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/5105
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item