POLA SUKU KATA BAHASA JAWA DIALEK SURABAYA (SUATU KAJIAN DENGAN PENDEKATAN FONOLOGI METRIKAL)

LUSKA VITRI ARIESANTI, 079514900 (2003) POLA SUKU KATA BAHASA JAWA DIALEK SURABAYA (SUATU KAJIAN DENGAN PENDEKATAN FONOLOGI METRIKAL). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
kk FS BI 03.04 ARI P.pdf

Download (131kB) | Preview
Official URL: http:/lib.unair.ac.id

Abstract

Kata sebagai satuan fonologis dapat dibagi menjadi satu suku kata atau lebih. Dalam pembentukan suku kata terdapat pola-pol a yang terstruktur. Tiaptiap bahasa mempunyai ciri-ciri yang berbeda dalam pembentukan pola suku katanya. Pola suku kata bahasa Jawa dialek Surabaya belum pernah ditehti sebelumnya. Hal inilah yang menjadi alasan pemilihanjudul penulisan skripsi ini. Tujuan dan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola suku kata dalam bahasa Jawa dialek Surabaya dan mendeskripsikan distribusi fonem-fonem dalam membentuk pola suku kata bahasa Jawa dialek Surabaya. Teon yang digunakan sebagai landasan untuk menjawab permasalahan yang muncul adalah teon yang dikemukakan oleh O'Grady dan Michael Debravosky (1987). O'Grady menyatakan bahwa ada empat langkah yang harus dilakukan dalam pemenggalan suku kata. Pertama, menentukan nukleus (umumnya vokal) yang tidak melanhgar kendala fonotaktik bahasa yang diteliti. Kedua, menentukan onset. Ketiga, menentukan coda. Dan keempat menghubungkan suku kata membentuk kata. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Cakap Semuka yaitu adanya kontak antara peneliti selaku peneliti dan penutur selaku narasumberlinforman. Selanjutnya, data yang dikumpulkan dianahsis dengan teknik dasar berupa Teknik Bagi Unsur Langsung. Cara ini membagi satuan lingual datanya yaitu kosakata dasar bahasa Jawa dialek Surabaya menjadi beberapa bagian atau unsur yang langsung membentuk satuan lingual yang dimaksud, yaitu suku kata. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada empat klasitikasi pola suku kata bahasa Jawa dialek Surabaya. Pertama, suku kata berpola -O+N-C Kedua, suku kata berpola +O+N-C Ketiga, suku kata berpola --O+N+C Keempat, suku kata berpola +O+N+C. Suku kata berpola +O+N-C memihki tiga subklasifikasi yaitu sulm kata berpola +Ol+N-C, suku kata berpola +02+N-C, dan suku kata berpola +03+N-C. Suku kata berpola +O+N+C memiliki tiga subklasifikasi yaitu suku kata berpo\a +0 I + N+C 1, suku kata berpola +02+ N+C I, dan suku kata berpola +03+N+CI. Penelitian selanjutnya adalah menentukan distribusi fonem yang terdapat pada em pat klasifikasi pola suku kata bahasa Jawa dialek Surabaya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tiap-tiap pola suku kata memiliki distribusi fonem yang berbeda. Tidak semua vokal dalam bahasa Jawa dialek Surabaya dapat mengisi nukleus pada tiap-tiap pola suku kata. Demikian pula pada konsonan bahasa Jawa dialek Surabaya yang tidak dapat membentuk gugus konsonan dengan seenaknya pada pola suku kata tertentu. Perbedaan distribusi fonem pada tiap-tiap pola suku kata dalam bahasa Jawa dialek Surabaya ini disebabkan karena kaidah fonotaktik yang hanya berlaku pada bahasa Jawa dialek Surabaya dan tidak berlaku pada kaidah fonetik bahasa yang lain.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FULLTEXT TIDAK TERSEDIA
Uncontrolled Keywords: FONOLOGI METRIKAL, LANGUAGE
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1010-1525 Poetry
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
LUSKA VITRI ARIESANTI, 079514900UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEDY JAUHARI, Drs., M. HumUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 15 Jan 2017 19:27
Last Modified: 15 Jan 2017 19:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/51054
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item