LAPORAN NILAI TAMBAH (VALUE ADDED STATEMENT) SEBAGAI PELENGKAP LAPORAN KEUANGAN KONVENSIONAL UNTUK MENILAI TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN KEPADA STAKEHOLDERS

HEPPY INDAH HAPSARI, 040113923 (2009) LAPORAN NILAI TAMBAH (VALUE ADDED STATEMENT) SEBAGAI PELENGKAP LAPORAN KEUANGAN KONVENSIONAL UNTUK MENILAI TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN KEPADA STAKEHOLDERS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-hapsarihep-8353-abstract-8.pdf

Download (330kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-hapsarihep-8411-.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perusahaan menjalankan bisnisnya sesuai dengan tujuan dan kepentingan yang berbeda. Perbedaan itulah yang menyebabkan bentuk laporan keuangan perusahaan berbeda pula. Pada umumnya, perusahaan menggunakan sudut pandang akuntansi yang didasarkan atas entity theory, sehingga laporan yang disusun hanya untuk kepentingan pemegang saham. Hal ini menyebabkan prestasi perusahaan hanya akan diukur dari besarnya laba yang dihasilkan. Selain entity theory, sudut pandang akuntansi yang lain adalah enterprise theory. Dalam enterprise theory, perusahaan dipandang sebagai lembaga sosial yang beroperasi untuk kepentingan pihak-pihak yang telah membantu terciptanya prestasi perusahaan. Konsep yang relevan dengan teori ini adalah konsep nilai tambah (value added concept), dimana pendapatan nilai tambah meliputi semua pembayaran bunga kepada kreditur, upah dan gaji kepada pegawai, pajak kepada pemerintah dan laba yang ditahan. Teori ini cocok diterapkan pada perusahaaan yang menganggap bahwa seluruh pihak yang terkait dalam proses terciptanya prestasi perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan bagian sesuai dengan pengorbanan yang diberikan. Berdasarkan laporan nilai tambah, stakeholders dapat dengan mudah mengetahui berapa alokasi laba bersih yang diberikan kepada pihak-pihak yang telah menyumbangkan sumber dayanya dan menciptakan nilai tambah tersebut. Sedangkan dalam laporan laba rugi hanya menyajikan informasi bagi kreditur dan pemegang saham saja. Di sinilah letak perbedaan yang signnifikan antara laporan nilai tambah dengan laporan laba rugi. Penelitian yang dilakukan pada PT.Gudang Garam menunjukkan bahwa nilai tambah yang tercipta pada tahun 2004 adalah Rp.3,611,270 sedangkan tahun 2005 adalah Rp.3,973,776. Proporsi distribusi terbesar pada tahun 2004 dan 2005 diberikan kepada pegawai dan karyawan, sedangkan terkecil kepada pemerintah. Di samping penggunaan entity theory, maka sebaiknya PT.Gudang Garam juga menerapkan enterprise theory yang diwujudkan dengan laporan nilai tambah sebagai laporan tambahan pada laporan keuangan konvensional. Hal ini diharapkan dapat menyempurnakan penilaian kinerja PT.Gudang Garam Kediri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 A.76/08 Hap l
Uncontrolled Keywords: VALUE ADDED; FINANCIAL STATEMENTS; CAPITAL MARKET
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
HEPPY INDAH HAPSARI, 040113923UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBASUKI, Drs. H., M.Com(HONS), Ph.D., Ak.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Luluk Lusiana
Date Deposited: 19 Jan 2009 12:00
Last Modified: 14 Jun 2017 18:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/5125
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item