PREDIKSI FINANCIAL DISTRESS DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA

MADA CHORYZA PRIHARTANTO, 040418641 (2009) PREDIKSI FINANCIAL DISTRESS DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-prihartant-8351-abstract-8.pdf

Download (379kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-prihartant-8416-.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Keahlian investor dalam memprediksi kondisi financial distress merupakan faktor yang penting sebelum melakukan investasi atau menanamkan modal pada suatu perusahaan karena dengan mengetahui kondisi financial distress suatu perusahaan sejak dini, maka dapat dilakukan tindakan untuk mengantisipasi kondisi yang mengarah pada kebangkrutan. Sehingga potensi kerugian yang dihadapi investor dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan rasio keuangan Likuiditas (CF, QR), Solvabilitas (DTAR, DER, LTDER), dan Profitabilitas (GPM, NPM, ROE, ROA) dalam memprediksi probabilitas munculnya kondisi financial distress pada perusahaan Manufaktur yang go public di Bursa Efek Jakarta. Sampel penelitian ini berjumlah 118 perusahaan yang terdiri dari periode observasi untuk tahun 2004-2005 sejumlah 54 perusahaan yang tidak mengalami financial distress dan 8 perusahaan yang mengalami financial distress. Sedangkan untuk tahun 2005-2006 sejumlah 47 perusahaan yang tidak mengalami financial distress dan 9 perusahaan yang mengalami financial distress. Periode estimasi dalam penelitian ini adalah tahun 2002 hingga 2004. Penelitian ini berlandaskan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik prediksi keanggotaan kelompok, dimana pengujian secara statistik terhadap hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi logistik metode Backward Stepwise dengan bantuan program SPSS versi 11.5. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa rasio keuangan dapat digunakan untuk memprediksi kondisi financial distress pada perusahaan manufaktur yang telah go public di Bursa Efek Jakarta. Hal ini didasarkan pada tingkat keakuratan yang ditunjukkan dalam overall classification rate yaitu sebesar 97,5%. Akan tetapi, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak seluruh rasio keuangan yang digunakan mampu memprediksikan kondisi financial distress perusahaan. Rasio yang dominan dalam menjelaskan kondisi financial distress perusahaan adalah rasio likuiditas yang di proxy oleh Quick Ratio (QR), rasio solvabilitas yang di-proxy oleh Debt to Total Asset Ratio (DTAR), serta rasio profitabilitas yang di proxy oleh Net Profit margin Ratio (NPM). Translation: The investor's skills in predicting financial distress condition is an important factor before invest money in the company because with knowing the company's financial distress condition, the action to anticipate bankruptcy can be taken. Therefore the potential of financial loss can be minimized This research was aimed to test the financial ratio capability of Liquidity (CR, QR), Solvability (DTAR, DE9 LTDER), and Profitability (GPM, NPM, ROE, ROA) in predicting the probability of appearing the financial distress condition in manufacturing companies that go public in Jakarta Stock Exchange. The sample of 'this research were 118 companies, consists of 54 companies not experienced the financial distress and 8 companies experienced financial distress in the 2004-2005 observation period While the other in 2005-2006 period, were 47 not experienced and 9 experienced. The estimated period in this research was 2002 until 2004. 7 his research was based on the quantitative approach using the prediction technique of group membership, which tested statistically to hypothesis research using logistic regression backward stepwise method in SPSS program version 11.5. The result showed that the financial ratio can be used to predicting financial distress condition in manufacturing companies that go public in Jakarta Stock Exchange. This was based on accuracy level shown in overall classification rate about 97.5%. But, this result was also indicating that not the entire financial ratio used capable of' predicting financial distress condition in companies. The ratio that dominated explaining the financial distress condition were Liquidity that proxy by QR Solvability that proxy by DTAR, and Profitability that proxy by NPM.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 A.72/08 Pri p
Uncontrolled Keywords: FINANCIAL DISCLOSURE; DISCRIMINANT ANALYSIS; REGRESION ANALYSIS
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
MADA CHORYZA PRIHARTANTO, 040418641UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSRI ISWATI, Dr. Hj., SE., MSi., Ak.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Luluk Lusiana
Date Deposited: 19 Jan 2009 12:00
Last Modified: 14 Jun 2017 18:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/5127
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item