PERBEDAAN UKURAN LENGKUNG GELIGI RAHANG BAWAH ANTARA POPULASI JAWA DAN POPULASI PAPUA MENURUT JENIS KELAMIN DI SURABAYA

VERA HERDIAN KRISTIANI, 029912776 (2003) PERBEDAAN UKURAN LENGKUNG GELIGI RAHANG BAWAH ANTARA POPULASI JAWA DAN POPULASI PAPUA MENURUT JENIS KELAMIN DI SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
kk kg 48.03 Kri p.pdf

Download (184kB) | Preview
Official URL: http:/lib.unair.ac.id

Abstract

Pada uji beda antara laki -laki dan perempuan pada populasi Jawa menunjukkan adanya perbedaan bermakna. Jarak transversal lengkung geligi rahang bawah perempuan lebih keeil dibandingkan laki -laki. Perbedaan ini kemungkinan disebabkan karena ukuran mesiodistal gigi -gigi pada laki -laki lebih besar dibandingkan perempuan karena pada laki -laki faktor -faktor kekuatan fungsional, kebiasaan makan, sikap tubuh, dan trauma lebih berpengaruh dibandingkan pada perempuan. Pada pengukuran secara sagital juga menunjukkan perbedaan bermakna antara laki -laki dan perempuan pada populasi Jawa di Surabaya. Jarak sagital lengkung geligi rabang bawah pada laki -laki lebih besar dibandingkan perempuan. Hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Febrina,dkk.,5 pada populasi Jawa mahasiswa Unpad dimana tidak ada perbedaan bermakna pada pengukuran secara sagital. Perbedaan tersebut kemungkinan disebabkan karena pertumbuhan lebar lengkung geligi dalam arab sagital pada laki -laki berjalan lebih lambat dalam waktu yang lebih lama, sedangkan pada perempuan lebih cepat tetapi dalam waktu yang lebih singkat. Pola dan masa pertumbuhan serta perkembangan antara laki -laki dan perempuan berbeda. Masa pertumbuhan laki -laki lebih lama dari perempuan menyebabkan badan dan cranium laki -laki lebih berkembang sedangkan pertumbuhan perempuan berhenti lebih dini. Pada uji beda antara laki -laki dan perempuan pada populasi Papua di Surabaya menunjukkan adanya perbedaan bermakna. Pada jarak transversallaki laki lebih besar dibandingkan perempuan. Pengamatan ini kemungkinan ditunjang oleh penelitian Mieke Sylvia 6 yang membahas masalah pengaruh pola makan pada morfologi rahang, gigi dan wajah serta akibatnya pada kejadian maloklusi, di dapatkan suatu kesimpulan bahwa morfologi rahang yang hanya ditentukan oleh jenis kelamin adalah variabel lebar, tinggi, lengkung maxilla dan mandibula. Ukunin variabel tersebut menunjukkan bahwa ukuran pada laki -laki lebih besar dari ukuran pacta perempuan, karena titik -titik supra mentale, gonion, dan condyli pada laki -laki lebih menonjol. Perbedaan ini kemungkinan juga disebabkan oleh ukuran panjang lengkung rahang pada laki -laki lebih besar dibandingkan dengan perempuan.5 Sedangkan pada pengukuran secara sagital tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara laki -laki dan perempuan pada populasi Papua di Surabaya. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya jumlah sampel. Pada uji beda antara popuJasi Jawa dan populasi Papua didapatkan adanya perbedaan yang bermakna pacta ukuran lengkung geligi rahang bawah secara sagital dan transversal. Jarak lebar lengkung geligi rahang bawah dalam arab transversal pada popuJasi Papua lebih lebar dibandingkan popuJasi Jawa dan jarak sagita lengkung geligi rahang bawah popuJasi Papua lebih kedepan dibandingkan dengan populasi Jawa. Helman dan Downs dalam Febrina,5 mengatakan bahwa meskipun memiliki pertumbuhan wajah dan gigi yang normal, terdapat perbedaan secara

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FULLTEXT TIDAK TERSEDIA
Uncontrolled Keywords: DENTAL, GELIGI RAHANG BAWAH, ETHNIC GROUPS
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsEmail
VERA HERDIAN KRISTIANI, 029912776UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSUSY KRISTIANI, Drg., M.KesUNSPECIFIED
ContributorMIEKE SYLVIA M.A.R, drg., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 26 Jan 2017 18:07
Last Modified: 26 Jan 2017 18:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/51921
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item