PERSEPSI MASYARAKAT AMBON TENTANG KETERLIBATAN MILITER DALAM KONFLIK AMBON

ROBERTUS E. A. FAR-FAR, 070036393 (2004) PERSEPSI MASYARAKAT AMBON TENTANG KETERLIBATAN MILITER DALAM KONFLIK AMBON. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Fis P.06-04.Far p.pdf

Download (270kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Konflik Ambon yang telah berlangsung lama telah membuat sehingga masyarakat kota Ambon harus berbenah diri di segala bidang dan berupaya untuk kembali mewujudkan kota Ambon "Manise". Memang sangat disadari bahwa untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah tetapi harus melewati perjuangan keras dari masyarakat. Kota Ambon yang terkenal dengan budaya Pela-Gandong dan kondusif ternyata tidak disia-siakan oleh militer untuk melakukan aksinya. Dimana setelah terjadi pergeseran kekuasaan membuat militer berpikir untuk cepat mengadakan perlindungan terjadap berbagai aset dan kepentingan mereka. Era reformasi yang rentan terhadap ancaman konflik dimanfaatkan sebaik mungkin oleh militer dengan membuat instabHitas dalam negeri sehingga muncullah konflik dimana-mana. Ambon tidak ." terlepas dari rencana yang dilakukan oleh mil iter. Ambon berfungsi sebagai ukuran tawar menawar di tingkat pusat. Dari berbagai uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa militer secara institusi terlibat dengan sangat jelas. Keterlibatan militer adalah sebagai berikut : • Banyaknya anggota militer dalam berbagai aksi penembakan dan penyerangan. 94 \Persepsi :Masyara{at )tm6on tentang 1\jtenwatan ~11iliter tfafam 1(pnJfik;tm6on tJ?s!6ertus'E.)t. 'Far-'Far 'Fa{uftas [emu Sosia{tfan [emu <Politi{ Cl'rogram Stwfi [emu <Politi{ Vniversitas)t man88a • Seringnya terjadi baku tembak antara sesama aparat militer dilapangan yang sekaligus menunjukkan terjadinya persaingan terselubung terutama antara aparat TNI dan Kepolisian. • Penjualan amunisi kepada masyarakat kedua komunitas dengan maksud untuk lebih memperparah konflik. • Pengadaan isu-isu yang dianggap sangat tepat bag; masyarakat kota Ambon yang dilakukan oleh intelijen. • Selebaran-selebaran gelap yang beredar di masyarakat yang sengaja disebar oleh intelijen. • Keberadaan Laskar Jihad dan Republik Maluku Selatal1 juga tidak terlepas dari peranan militer yang disengajakan agar konflik terus terjadi. • Kacaunya koordinasi antara Gubernur dan militer (TNI dan Kepolisian), dimana Pangdam dan Kapolda tidak langsung melaksanakan perintah yang turun dari gubernur selaku POS, tetapi harus konsultasi dulu dengan pimpinan mereka di Jakarta. • Keterlibatan militer juga tidak terlepas dari berbagai kepentingan militer seperti, untuk mempertahankan Owi Fungsinya, melindungi bisnis militer, melindungi perwira militer dari kejaran hukum, dan situasi konflik diupayakan agar masyarakat dapat melihat bahwa sipil tidak mampu untuk menjadi pemimpin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS P 06-04 Far p
Uncontrolled Keywords: ARMD FORCES - MALUKU
Subjects: U Military Science > U Military Science (General)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ROBERTUS E. A. FAR-FAR, 070036393UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
UNSPECIFIEDHARYADI, DRS. , Msi.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Mudjiono Mudj
Date Deposited: 06 Feb 2017 19:30
Last Modified: 06 Feb 2017 19:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/52446
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item