PROSES PENERIMAAN DIRI 2 LANJUT USIA YANG DITEMPATKAN PAKSA DI PANTI WERDHA HARGO DEDALI

DINA RIZKI AGUSTIN, 110810274 (2016) PROSES PENERIMAAN DIRI 2 LANJUT USIA YANG DITEMPATKAN PAKSA DI PANTI WERDHA HARGO DEDALI. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Psi.134-16 Agu p Abstrak.pdf

Download (292kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
53040.pdf
Restricted to Registered users only

Download (991kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran proses penerimaan diri lansia yang ditempatkan di panti werdha Hargo Dedali Surabaya. Dari beberapa teori mengenai penerimaan diri dijelaskan bahwa proses penerimaan diri akan membuat partisipan menyadari segala kemampuan yang dimiliki. Partisipan menjadi mampu dan bersedia untuk hidup dengan segala karakteristik dan keadaan yang ada dalam dirinya tanpa merasakan tidak nyaman dan tidak puas terhadap dirinya, serta menyadari segala kekurangannya tanpa menyalahkan dirinya sendiri atas keterbatasan yang dimilikinya tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara. Prosedur pemilihan partisipan menggunakan pendekatan purposif. Partisipan yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah dua orang yakni lansia yang pernah ditempatkan di panti werdha. Teknik analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis tematik. Dari hasil analisis data diperoleh hasil bahwa gambaran penerimaan diri lansia yang ditempatkan paksa di panti werdha secara umum dapat dilihat dalam dimensi proses penerimaan diri. Dalam penelitian ini lansia yang ditempatkan paksa di panti werdha menunjukkan telah adanya penerimaan diri di dalam diri lansia tersebut. Proses penerimaan diri lansia yang ditempatkan di panti werdha melalui fase menerima yang ditandai dengan keterkejutan karena tidak mengetahui akan ditempatkan di panti werdha. Kemudian berubah menjadi marah yang ditunjukkan dengan pelampiasan kemarahan pada lingkungan. Fase yang terakhir yaitu menerima dimana lansia dapat memahami keberadaan dirinya dan menjalani segala kegiatan yang ada di panti werdha. Penerimaan diri yang didapatkan oleh lansia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pemahaman atas diri sendiri, adanya dukungan dari pengurus dan perawat panti werdha, religiusitas yang dimiliki, dan fasilitas juga kegiatan yang ada di panti werdha. Penerimaan diri lansia di panti werdha pun tak luput dari adanya faktor-faktor yang menghambat antara lain ruang gerak yang terbatas, ketidakcocokan dengan pasien lain, dan ingatan akan kejadian penempatan paksa di panti werdha. Kata kunci: panti werdha, proses penerimaan diri, lansia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Psi.134-16 Agu p
Uncontrolled Keywords: panti werdha, proses penerimaan diri, lansia.
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home > HQ1060-1064 Aged. Gerontology (Social aspects). Retirement
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
DINA RIZKI AGUSTIN, 110810274UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDuta Nurdibyanandaru, Drs., MS, PsikologUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 19 Feb 2017 20:02
Last Modified: 21 Jun 2017 17:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/53040
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item