PENGARUH SANITASI TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU SAPI PERAH DI BALAI BESAR PELATIHAN PETERNAKAN SONGGORITI KOTA BATU

GRAHADIAN NUKE MAHAKAM, 061310113011 (2016) PENGARUH SANITASI TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU SAPI PERAH DI BALAI BESAR PELATIHAN PETERNAKAN SONGGORITI KOTA BATU. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
FV.KT.33-16 Mah p abstrak.pdf

Download (259kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
FV.KT.33-16 Mah p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dari data-data pengamatan penulis yang di dapatkan selama Praktek Kerja Lapangan dapat diambil kesimpulan dan saran sebagai berikut: 5.1 Kesimpulan Bedasarkan praktek kerja lapangan yang dilakukan penulis dapat disimpulkan kurangnya tindakan sanitasi kandang dan pemerahan pada suatu peternakan akan dapat berakibat pada penurunan kualitas susu. Sanitasi kandang di Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu belum memenuhi SNI. Sanitasi pemerahan pun masih dibawah SNI. Sebagian petugas masih ada yang tidak memperhatikan kebersihan diri sebelum pemerahan dimulai. Untuk kebersihan puting masih kurang karena hanya memakai kain handuk yang dibasahi dengan air dan dipergunakan untuk semua sapi. Pengujian susu yang dilakukan di Balai Besar Pelatihan Peternakan hanya dilakukan pada saat melakukan pembuatan hasil produksi ternak dan hanya melakukan tes berat jenis dan melakukan laktoscan untuk mengetahui kadar lemak, kadar protein dan bahan kering tanpa lemak (SNF). 5.2 Saran Dari hasil Praktek Kerja Lapangan yang telah dilakukan ada beberapa hal yang masih perlu diperhatikan dalam memperbaiki kualitas susu antara lain: 1. Perlunya usaha-usaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petugas pemerahan dalam memelihara sapi perah baik kesehatan, kebersihan tempat pemerahan dan kebersihan alat pemerahan. 2. Sebaiknya petugas pemerahan membersihkan diri sebelum masuk ke tempat pemerahan. 3. Sapi yang kotor sebaiknya segera dibersihkan agar tidak sampai menjadi kering sehingga susah untuk dibersihkan 4. Sebaiknya tempat minum harus dibersihkan setiap hari. 5. Setelah proses pemerahan selesai sebaiknya dilakukan dipping. 6. Peralatan pemerahan dan milkcan sebaiknya di cuci dengan air panas. 7. Sebaiknya dilakukan uji kualitas susu minimal satu bulan sekali atau dua minggu sekali untuk lebih mengetahui kualitas susu dan dapat memperbaiki kualitas susu jika dirasa masih kurang sehingga petugas pemerahan bisa lebih memperhatikan ternak pada saat pemerahan.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKC KK FV.KT.33-16 Mah p
Uncontrolled Keywords: SANITASI, PRODUKSI DAN KUALITAS, SUSU SAPI PERAH
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD895-899 Industrial and factory sanitation
T Technology > TS Manufactures > TS156 Quality control and management
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Kesehatan Ternak
Creators:
CreatorsEmail
GRAHADIAN NUKE MAHAKAM, 061310113011UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNenny Harijani, Dr., drh., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 01 Mar 2017 16:26
Last Modified: 01 Mar 2017 16:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/53739
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item