MODEL PENYELESAIAN KONFLIK NELAYAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MODAL SOSIAL DI KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN

Arizal Triadiyatma, 110810104 (2016) MODEL PENYELESAIAN KONFLIK NELAYAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MODAL SOSIAL DI KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
1. ABSTRAK PSI 57-16 Tri m.pdf

Download (836kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
2. FULLTEXT PSI 57-16 Tri m-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (a) mengidentifikasi bentuk dan pola konflik, (b) mengidentifikasi penyebab konflik, (c) mengidentifikasi penyelesaian konflik, serta (d) mengidentifikasi Kearifan Lokal sebagai Modal Sosial dalam penyelesaian konflik antar nelayan di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik wawancara mendalam ke beberapa narasumber; pihak nelayan dan pihak non-nelayan. Pihak non-nelayan yaitu petugas penyuluhan dan Kepala Bidang kantor Departemen Kelautan dan Perikanan, serta Kepala Satuan POLAIR, dalam memberikan informasi mengenai kearifan lokal sebagai modal sosial dalam penyelesaian konflik nelayan. Hasil wawancara kemudian ditranskrip dan dikoding dengan teknik open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa terdapat bentuk konflik berupa perselisihan yang disebabkan perebutan wilayah penangkapan antara nelayan Lekok dengan nelayan Madura, serta kecemburuan alat tangkap antar sesama nelayan Lekok dan antara nelayan Lekok dengan nelayan Madura. Penyebab atau sumber konflik mengarah pada empat tipe konflik; yaitu konflik kelas, konflik kepemilikan sumber daya, konflik cara produksi/alat tangkap, dan konflik lingkungan. Penyebab potensial dari konflik adalah keterbatasan sumberdaya dengan faktor pemicu berupa penggunaan alat tangkap terlarang bernama mini trawl. Pemecahan konflik dalam upaya penyelesaian yang dilakukan oleh pemerintah adalah melalui mediasi dengan bentuk penyuluhan dan sosialisasi, serta melibatkan tokoh masyarakat nelayan dan tokoh agama yang berkolaborasi untuk mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik dalam pencarian solusi konflik. Selain itu, konflik yang terjadi juga dapat diselesaikan melalui cara yang arif, yaitu musyawarah atau kompromi, dengan cara saling mengganti rugi antar pihak yang berkonflik bila ada yang merasa dirugikan. Bentuk kearifan lokal sebagai modal sosial dalam penyelesaian konflik berupa mempercayakan kyai dalam menyelesaikan konflik. Kearifan lokal lainnya berupa organisasi rukun nelayan yang diikuti oleh semua pihak nelayan sebagai tradisi, serta kebudayaan lokal yang sudah menjadi tradisi pula, dalam bentuk prosesi adat, yaitu Ski Lot, balap perahu, selametan pada hari besar keagamaan, serta Petik Laut. Dalam hal ini, Perlu peningkatan dalam pengawasan dan penegakkan hukum bidang perikanan di laut dengan cara meningkatkan patroli aparat keamanan laut dan juga penambahan sarana dan prasarana dalam pengawasannya. Serta, perlu adanya penguatan kerjasama kelembagaan antar Kabupaten/Kota dalam penangkapan ikan dan ekonomi kenelayanan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Psi.57/16 Tri m
Uncontrolled Keywords: Konflik, Nelayan, Kearifan Lokal, Modal Sosial.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
Arizal Triadiyatma, 110810104UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSURYANTO, Prof.,Dr.,M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 12 Mar 2017 18:05
Last Modified: 30 Jul 2017 18:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/54307
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item