PERLAWANAN PEREMPUAN KOLONIAL TERHADAP PATRIARKI DALAM KUMPULAN CERPEN SEMUA UNTUK HINDIA KARYA IKSAKA BAN

DARAJATI GUSTI AYU SEKARNINGRUM, 121211133043 (2016) PERLAWANAN PEREMPUAN KOLONIAL TERHADAP PATRIARKI DALAM KUMPULAN CERPEN SEMUA UNTUK HINDIA KARYA IKSAKA BAN. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (281kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FS. BI. 69-16 Sek p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (660kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Skripsi berjudul “Perlawanan Perempuan Kolonial terhadap Patriarki dalam Kumpulan Cerpen Semua untuk Hindia Karya Iksaka Banu” ini bertujuan mengidentifikasi tokoh perempuan dan mengungkap perlawanan perempuan kolonial. Tokoh perempuan pada keempat cerpen, yaitu “Selamat Tinggal Hindia”, “Stambul Dua Pedang”, “Racun untuk Tuan”, dan “Mawar di Kanal Macan” dihadirkan sebagai perempuan yang melawan patriarki. Penelitian ini memanfaatkan kritik sastra feminis dan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Kritik sastra feminis digunakan untuk mengidentifikasi tokoh perempuan kolonial dan mengungkap perlawanan perempuan kolonial terhadap patriarki dalam keempat cerpen tersebut. Identifikasi yang dilakukan meliputi status atau kedudukan tokoh perempuan, meneliti apa yang dilakukan, yang dirasakan, dan apa yang diupayakan oleh tokoh perempuan, serta meneliti tokoh laki-laki yang memiliki relasi dengan tokoh perempuan, sehingga dapat diketahui bentuk-bentuk perlawanan dari tokoh perempuan terhadap patriarki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam keempat cerpen Iksaka Banu memuat mengenai usaha perempuan kolonial untuk melakukan perlawanan terhadap budaya patriarki. Sehubungan dengan adanya perlawanan tersebut, maka menunjukkan bahwa perempuan telah menjadi manusia yang bebas, keluar dari budaya patriarki, dan juga memiliki pengaruh atau hak yang sama dengan laki-laki. Sehubungan dengan itu, maka dapat disimpulkan bahwa budaya patriarki tidak lagi dapat meletakkan perempuan di bawah laki-laki. Keempat cerpen ini menghadirkan realitas dalam kehidupan bahwa perempuan terus menunjukkan kemampuan atas dirinya untuk memiliki posisi penting dalam kehidupan, sama seperti laki-laki. Sebagai contoh dalam dunia politik, perempuan telah membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi seorang pemimpin dan meruntuhkan konsep patriarki bahwa perempuan hanya boleh menggeluti area domestik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS BI 69-16 Sek p
Uncontrolled Keywords: Perempuan, patriarki, kolonial, dan perlawanan
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ1101-2030.7 Women. Feminism
P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
DARAJATI GUSTI AYU SEKARNINGRUM, 121211133043UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIda Nurul Chasanah, Dr. , S.S., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 23 Mar 2017 01:12
Last Modified: 23 Mar 2017 01:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/55250
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item