PENGARUH PEMBERIAN PERASAN RIMPANG TEMULAWAK (CURCUMAE XANTHORRHIZAE ROXB) TERHADAP CACING HAEMONCHUS SPP SECARA IN VITRO

SUGILNIKI SURYA WIBAWA, 068711301 (1992) PENGARUH PEMBERIAN PERASAN RIMPANG TEMULAWAK (CURCUMAE XANTHORRHIZAE ROXB) TERHADAP CACING HAEMONCHUS SPP SECARA IN VITRO. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KK FKH 763-93 WIB P.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini be~tujuan untuk mengetahui khasi'at antelmintik dari bermacam-macam konsentrasi perasan rimpang temulawak dibandingkan dengan obat pirantei pamoat terhadap cacing Haemonchus ~. Cacing Haemonchus ~betina dewasa sebanyak 10 ekor dimasukkan dalam perasan rimpang temulawak konsentrasi 1001., 501., 251., dan 12,51. ; larutan pirantel pamoat 0,236 gl. sebagai pembanding dan larutan Na Cl fi5iologi5 sebagai kontrol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 10 kali ulangan sehingga diperlukan 60 cawan petri dan data yang diperoleh dianalisa dengan uji Kruskal Wallis, jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan Uji Pasangan 8erganda. Hasil penelitian berupa pengamatan terhadap jumlah kematian cacing dalam larutan percobaan pada tiap jam dihitung mulai dari jam ke 1 sampai dengan jam ke 9 setelah perendaman. 8erdasarkan hasil analisis statistik pemberian perasan rimpang temulawak 1001. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P > 0,05) dengan perasan rimpang temulawak 501.. Antara pemberian perasan rimpang temulawak 1001. dan 501. dengan larutan pirantel pamoat 0,236 gl. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P > 0,05), tetapi berbeda nyata dengan pemberian perasan rimpang temulawak 251. dan 12,51. (P < 0,05). Waktu yang diperlukan untuk mematikan cacing tersebut lebih dari 501. pada perasan rimpang temulawak 1001., 501. dan larutan pirantel pamoat 0,236 gl. terjadi pada jam ke 8, sedangkan pada perasan rimpang temulawak 251. dan 12,51. terjadi pada jam ke 9 5etelah perendaman. Jadi pirantel pamoat 0,2361. efektlvita5nya setaraf dengan perasan rimpang temulawak 1001. dan 501.. Sedangkan dalam larutan Na Cl fi5iologis sampai jam ke 9 setelah perendaman cacing tersebut masih bergerak aktif

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC FKH 763/93 Wib p
Uncontrolled Keywords: MEDICINAL PLANTS; HERBAL MEDICINE
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture > SB1-1110 Plant culture
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
SUGILNIKI SURYA WIBAWA, 068711301UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAnita Asali, Drh., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 26 Mar 2017 19:52
Last Modified: 26 Mar 2017 19:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/55450
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item