FAKTOR-FAKTOR PREDIKTOR KETIDAKEFEKTIFAN PEMBERIAN IMUNOTERAPI DEBU RUMAH SELAMA 14 MINGGU PADA PASIEN ASMA ALERGI DEBU RUMAH

Zahrah Hikmah, dr. SpA (2016) FAKTOR-FAKTOR PREDIKTOR KETIDAKEFEKTIFAN PEMBERIAN IMUNOTERAPI DEBU RUMAH SELAMA 14 MINGGU PADA PASIEN ASMA ALERGI DEBU RUMAH. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (154kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
PPDS. IKA. 18-16 Hik f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang Masalah Asma alergi merupakan bentuk terbanyak dari asma, ditandai dengan gejala yang sering disebabkan beberapa alergen lingkungan pada individu yang telah tersensitisasi. Sebanyak 85% dari asma alergi pada pasien disebabkan karena alergi tungau debu rumah. Imunoterapi alergen spesifik dapat merubah perjalanan penyakit asma alergi. Angka drop out cukup tinggi yaitu antara 19,8%-21% disebabkan karena ketidakefektifan imunoterapi saat awal. Studi tentang faktor prediktor ketidakefektifan imunoterapi masih sedikit. Obyektif Mengetahui faktor prediktor ketidakefektifan imunoterapi debu rumah terhadap anak asma alergi debu rumah Metode Penelitian secara kasus kontrol observasional dengan sampel pasien anak asma alergi debu rumah yang mendapatkan imunoterapi debu rumah selama antara kurun waktu Juli 2010 sampai Juni 2015.. Data diambil rekam medis poli anak alergi dan wawancara. Anak yang gagal menunjukkan respon perbaikan gejala asma dalam waktu 14 minggu dimasukkan dalam kelompok kasus, dan dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu anak yang menunjukkan respon perbaikan gejala asma. Analisa statistik yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisa faktor resiko dengan uji regresi logistik. Dan analisa kekuatan prediktor dengan uji sensitivitas/spesifitas prediktor setelah diuji dengan Mc Nemar dan Kappa. Hasil Jumlah sampel 151 anak asma alergi, 68 anak memenuhi kriteria inklusi dengan data lengkap dan dapat diwawancara. Setelah dilakukan pe”matching”an” didapatkan sampel sebanyak 62 anak asma alergi yang dikelompokkan menjadi dua yaitu kelompok kasus (n=31) dan kelompok kontrol (n=31). Pada kelompok kasus dan kontrol didapatkan 64,5% anak laki-laki dan 11 (35,5%) perempuan. Rerata usia kelompok kasus adalah73,42±38,18 bulan dan kontrol 71,06±41,42 bulan. Didapatkan jenis alergen, durasi alergi sebelum imunoterapi, durasi asma alergi, kedisiplinan orangtua pada eliminasi alergen, kedisiplinan pada jadwal imunoterapi, diameter uji tusuk alergen debu rumah, rasio diameter uji tusuk alergen debu rumah dengan diameter histamin tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kasus dan kontrol (p<0,05). Frekuensi sakit infeksi selama imunoterapi serta persepsi orangtua yang positif tentang imunoterapi menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kasus dan kontrol dengan p 0,046 (OR 3,28 CR 1,010-10,574) dan p 0,00 (OR 0,08 CR 0,01-0,071). Kesimpulan Frekuensi sakit selama imunoterapi dan persepsi orangtua yang positif tentang imunoterapi dapat dipergunakan sebagai faktor prediktor ketidakefektifan pemberian imunoterapi debu rumah selama 14 minggu pada pasien asma alergi debu rumah.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS IKA 18-16 Hik f
Uncontrolled Keywords: asma alergi, imunoterapi, ketidakefektifan
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kesehatan Anak
Creators:
CreatorsEmail
Zahrah Hikmah, dr. SpAUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAriyanto Harsono, Prof. Dr. , dr., SpA(K)UNSPECIFIED
ContributorAnang Endaryanto, Dr. , dr., SpA(K)UNSPECIFIED
ContributorBudiono, dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 30 Mar 2017 21:07
Last Modified: 30 Mar 2017 21:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/55615
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item