PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BASIS KUASA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN WETA INTERNATIONAL HOTEL

JULIONO EDl MUDAYANTO, 048712654 (1995) PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BASIS KUASA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN WETA INTERNATIONAL HOTEL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KK B 936.96 Mud P(1995).pdf

Download (92kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam suatu perusahaan, manusia merupakan faktor produksi yang paling penting. Karena faktor produksi manusia inilah yang pertama kali menentukan keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Hal ini akan lebih dapat dirasakan terutama pada perusahaan jasa, karena pada jenis perusahaan ini, faktor produksi manusia sebagai penghasil jasa justru mempunyai peranan yang sangat menentukan. Sehubungan dengan hal ini, maka wajarlah jika perusahaan memberikan perhatian yang besar pada faktor produksi yang satu ini. Yang harus diperhatikan pada faktor produksi manusia salah satunya adalah kepuasan kerja. Kepuasan kerja mempunyai dampak penting bagi kesehatan mental dan penyesuaian psikologis seseorang dan dampak lainnya baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat dirasakan terhadap efektifitas organisasi. Usaha perusahaan untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawannya bertujuan untuk mendorong semangat kerja karyawan dan seperti telah dikatakan di atas, kepuasan kerja akan berdampak pada kesehatan mental dan penyesuaian psikologis karyawan yang bersangkutan. Salah satu cara untuk meningkatkan kepuasan kerja adalah dengan cara memperhatikan keserasian hubungan antara pimpinan dan karyawan. Keserasian hubungan antara pimpinan dengan karyawan akan sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan basis kuasa yang diterapkan atasan pada bawahannya. Karyawan akan memperoleh kepuasan apabila mereka dapat merasakan gaya kepemimpinan dan penggunaan basis kuasa dari pihak atasan yang sesuai dengan tingkat kematangan mereka. Untuk dapat mengetahui tingkat kematangan karyawan, maka dilakukan penilaian terhadap karyawan dengan menggunakan skala penilaian. Selanjutnya untuk mengetahui gaya kepemimpinan , dilakukan kuesioner. Skala penilaian dan kuesioner tersebut dilaksanakan berdasarkan pada penelitian Hersey dan Blanchard. Sedangkan untuk mengetahui penggunaan basis kuasa, dilakukan dengan kuesioner yang dikembangkan oleh Hinkin dan Schriesheim. Tingkat kematangan setiap karyawan yang berbedabeda kemudian dibandingkan dengan gaya kepemimpinan dan basis kuasa yang digunakan atasan, untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara gaya kepemimpinan dan basis kuasa dengan tingkat kematangan karyawan. Selanjutnya diteliti apakah terdapat hubungan pengaruh antara kesesuaian gaya kepemimpinan dan basis kuasa dengan kepuasan kerja karyawan dengan menggunakan koefisien korelasi Rank Spearman. Setelah diketahui terdapat hubungan yang kuat, kemudian diteliti sejauh mana proporsi kesesuaian gaya kepemimpinan dan basis kuasa mempengaruhi kepuasan kerja karyawan yaitu dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa karyawan memiliki tingkat kematangan yang bervariasi dari Ml (11,76 %), M2 (20,59 %), M3 (50 %) dan M4 (17,65 %). Kemudian gaya kepemimpinan yang didapat bervariasi dari Gl (17,65 %), G2 (58,82 %), G3 (14,71 %) dan G4 (8,82 %). Sedangkan basis kuasa yang didapat bervariasi dari kuasa paksaan (11,76 %), kuasa koneksi (11,76 %), kuasa ganjaran (14,71 %), kuasa legitimasi (14,71 %), kuasa referen (23,53 %), kuasa informasi (14,71 %) dan kuasa keahlian (8,82 %). Selanjutnya didapat nilai kesesuaian gaya kepemimpinan yang cukup baik, karena proporsi nilai 4 (17,65 %) dan nilai 3 (44,11 %) lebih besar dibandingkan dengan proporsi nilai 2 (17,65 %) dan nilai 1 (20,54 %). Hal ini menunjukkan tingkat kesesuaian yang cukup tinggi terdapat pada penerapan gaya kepemimpinan. Kemudian untuk kesesuaian basis kuasa didapat hasil yang cukup baik, hal ini ditunjukkan oleh proporsi nilai 3 (38,24 %) dan nilai 2 (32,35 %) lebih besar dibandingkan dengan proporsi nilai 1 (29,41 %). Hal ini menunjukkan kesesuaian yang cukup tinggi terdapat pada penggunaan basis kuasa di Weta International Hotel. Sedangkan untuk tingkat kepuasan kerja didapat hasil yang cukup baik pula, mengingat besarnya proporsi kepuasan kerja tingkat I (11,76 %) dan tingkat II (64,71 %) masih lebih besar dibandingkan dengan proporsi kepoasan kerja tingkat III (23,52 %) dan tingkat IV (0 %). Dengan menggunakan analisa statistik, diketahui bahwa kesesuaian gaya kepemimpinan dan basis kuasa mempunyai pengaruh yang bermakna atau kuat terhadaQ kepuasan kerja karyawan. Hal ini ditunjukkan dengan R~ sebesar 81,49 %.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK B 936.96 Mud p FILE FULLTEXT TIDAK ADA
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5546-5548.6 Office management
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
T Technology > TX Home economics > TX901-946.5 Hospitality industry. Hotels, clubs, restaurants, etc. Food service
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsEmail
JULIONO EDl MUDAYANTO, 048712654UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTIEN SOEMARTINI, Drs.,EcUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 09 Apr 2017 16:32
Last Modified: 09 Apr 2017 16:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/56024
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item