PERBEDAAN PERUBAHAN TENSI, NADI DAN MAP SETELAH PEMBERIAN OKSITOSIN 5 IU INTRAVENA TANPA PENGENCERAN BOLUS CEPAT DIBANDINGKAN DENGAN PENGENCERAN 10 CC NaCl 0,9% BOLUS SELAMA 10 DETIK DAN 60 DETIK PADA OPERASI SECTIO CAESARIA DENGAN ANESTESI SPINAL DI RSUD dr SOETOMO SURABAYA

Hendry Setiawan, dr. (2016) PERBEDAAN PERUBAHAN TENSI, NADI DAN MAP SETELAH PEMBERIAN OKSITOSIN 5 IU INTRAVENA TANPA PENGENCERAN BOLUS CEPAT DIBANDINGKAN DENGAN PENGENCERAN 10 CC NaCl 0,9% BOLUS SELAMA 10 DETIK DAN 60 DETIK PADA OPERASI SECTIO CAESARIA DENGAN ANESTESI SPINAL DI RSUD dr SOETOMO SURABAYA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (311kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
PPDS. AR. 23-16 Set p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

LatarBelakang: Oksitosin secara rutin diberikan setelah bayi lahir saat operasi seksio sesaria. Kecepatan dan rute pemberian akan memberikan perbedaan efek perubahan hemodinamik yang cukup signifikan. Hal ini terjadi melalui penurunan reseptor norepinefrin sehingga terjadi vasodilatasi dan penurunan cardiac output dari jantung. Survei penggunaan profilaksis oksitosin untuk SC didapatkan 295 dari 360 departemen anestesiologi secara bolus (85,3%) dan (13,9%) secara infus lambat. Kontraksi uterus sebenarnya sudah memadai dengan dosis 0,5-3 IU paska kelahiran dengan SC dan peningkatan dosis > 5 IU belum terbukti menguntungkan tetapi efek samping hipotensi cenderung meningkat. Penelitian di Udayana bali 2013 menunjukkan oksitosin bolus 3 IU menghasilkan kontraksi uterus yang adekuat dengan peningkatan laju nadi yang lebih kecil dibandingkan 5 IU dan 10 IU. Dari Uttar Pradesh, India oksitosin 10 iu pada SC wanita hamil normal menyebabkan perubahan ECG pada 71 pasien dari 237 (30%) dan penurunan tekanan darah sistolik dan nadi 5 menit setelah pemberian sebesar 10-20 % . Dari Belindo,RSUD Dr. Sutomo surabaya,2014 terdapat perubahan hemodinamik setelah pemberian bolus oksitosin dengan perubahan yang terbesar terjadi pada menit pertama (31.6±6.3). Beberapa guidelines merekomendasikan dosis oksitosin sebersar 5 IU IV. Peneliti ingin mengetahui perbedaan hemodinamik pada pemberian oksitosin yang berbeda ( bolus dan diencerkan dan diberikan secara pelan). Tujuan: Menganalisis perubahan tensi,nadi dan MAP setelah pemberian oksitosin setelah bayi lahir saat operasi SC Metode: Penelitian ini bersifat analitik eksperimental, berupa Randomized Double Blinded Clinical Trial, yang bertujuan untuk membandingkan 3 perlakuan pemberian oksitosin Hasil: Pada distribusi umur,TB,BB dan BMI distribusi normal dengan p >0,05. Ketinggian blok menit ke 10 ada 7 pasien diatas thorakal 6 dan 23 pasien thorakal 6-8. Data dasar Tensi, Nadi dan MAP menit ke 10 dalam batas normal dan terdistribusi merata. Tampak penurunan tekanan darah pada semua kelompok pada menit 1 akan tetapi penurunannya tidak signifikan dan antara ketiga kelompok perbedaannya tidak bermakna p>0,05. Terjadi penurunan MAP kelompok bolus 10 detik tanpa pengenceran menit ke 1 akan tetapi secara statistik perbedaan ini tidak bermakna (p>0,05). Pada menit ke 5 terjadi sedikit penurunan pada kelompok satu tetapi hanya sebesar 0,5±11,9 dan menit 15 pada kelompok 2 dan tidak membuat perbedaan bermakna pada kelompok. Angka mual muntah sebesar 10% (1/10) dan tidak berbeda secara statistik p>0,05. Penggunaan obat rescue kelompok 1:2:3 sebesar 40%/20%/0%. Perbedaan signifikan pada kelompok 1 dibandingkan kelompok3 p 0,043. Kontraksi uterus 100% adekuat dan perdarahan post partum tidak terjadi dengan rata-rata perdarahan durante operasi 200-260 ml. Kesimpulan:. Tidak terdapat perbedaan perubahan tensi,nadi dan MAP antara kelompok bolus cepat tanpa pengenceran dengan kelompok pengenceran bolus 10 detik dan 60 detik . Dalam hal kejadian mual/muntah kelompok pengenceran memberikan hasil lebih baik. Dalam hal kebutuhan obat rescue paska pemberian oksitosin kelompok pengenceran bolus 60 detik memberikan hasil paling baik. Kontraksi uterus paska pemberian oksitosin 5IU IV pada operasi SC memberikan hasil yang adekuat dan perdarahan postpartum tidak terjadi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS. AR. 23-16 Set p
Uncontrolled Keywords: Perubahan tensi,nadi dan MAP, Oksitosin, Operasi SC, Anestesi spinal
Subjects: R Medicine > RD Surgery
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG725-791 Obstetric operations. Operative obstetrics
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Anestesiologi dan Reanimasi
Creators:
CreatorsEmail
Hendry Setiawan, dr.UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Wahjoeningsih, Prof. , dr. SpAn. KIC. KAOUNSPECIFIED
ContributorMariza Fitriati, dr. SpAn. KICUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 05 Apr 2017 20:34
Last Modified: 10 Jan 2018 16:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/56032
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item