PROFIL PEMBATALAN PASIEN OPERASI ELEKTIF DI GEDUNG BEDAH PUSAT TERPADU RSUD DR SOETOMO SURABAYA

Robinzon Gunawan Fanggidae, dr. (2016) PROFIL PEMBATALAN PASIEN OPERASI ELEKTIF DI GEDUNG BEDAH PUSAT TERPADU RSUD DR SOETOMO SURABAYA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (285kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
PPDS. AR. 24-16 Fan p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Kamar bedah sentral pada suatu rumah sakit merupakan unit dengan biaya yang tinggi namun dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar bagi rumah sakit. Salah satu pelayanan rumah sakit yang dapat menggambarkan mutu rumah sakit adalah pelayanan pembedahan. Oleh karena itu, tantangan bagi manajemen operasional kamar operasi adalah bagaimana cara meningkatkan efisiensi kamar operasi dengan memperhatikan beberapa aspek termasuk penjadwalan operasi, pelaksanaan operasi dan monitoring kamar operasi. Tidak semua operasi yang direncanakan atau dijadwalkan dapat terlaksana sesuai waktu yang ditentukan. Hal tersebut bisa terkendala karena terjadi penundaan, percepatan maupun pembatalan operasi. Dari berbagai kamar operasi mempunyai angka pembatalan operasi yang berbeda - beda. Tujuan: Mengetahui dan menganalisa profil pembatalan operasi elektif di GBPT RSUD Dr. Soetomo Surabaya tahun 2013 - 2015 Metode: Penelitian ini bersifat analisis retrospektif dengan mencatat data pengisian rekam medis operasi elektif di Gedung Bedah Pusat Terpadu RS Dr. Soetomo Surabaya tahun 2013 - 2015 Hasil: Angka pembatalan pada tahun 2013 mencapai 5.37%, tahun 2014 mencapai 5.78% dan tahun 2015 mencapai 3.29%. Kasus pembatalan tertinggi tahun 2013 pada bagian bedah ortopedi (13.7%), tahun 2014 pada bagian bedah digestif (15.6%), dan tahun 2015 pada bagian mata (20.1%). Pembatalan operasi terbanyak pada tahun 2013 terjadi pada kamar OK bedah anak (405) dan ginekologi (508) sebanyak 9%, tahun 2014 pada kamar OK laparaskopi (8%), dan tahun 2015 pada kamar OK mata (12.2%). Selama tiga tahun, pembatalan tertinggi terjadi pada pasien dengan PS ASA 2 dan tertinggi pembatalan terjadi di ruangan perawatan. Pada tahun 2013, penyebab pembatalan tertinggi karena faktor work up (31.9%), tahun 2014 karena faktor fasilitas (45.6%), dan tahun 2015 karena faktor operator (33.9%). Kesimpulan:. Angka pembatalan kurang dari 5 % yang menjadi rekomendasi secara umum. Pada penelitian ini terlihat angka pembatalan pada tahun 2013 yang mencapai angka 5.37% dan tahun 2014 yang mencapai 5.78% menggambarkan tidak efisiennya manajemen kamar operasi. Namun di tahun 2015 angka pembatalan tercatat 3.29% menggambarkan suatu pencapaian yang cukup baik dalam manajemen efisiensi kamar operasi. Faktor operator, fasilitas, kondisi pasien dan work up mempunyai pengaruh yang signifikan pada pembatalan operasi sehingga diperlukan upaya untuk memperbaiki faktor - faktor tersebut diatas.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK AR 24-16 Fan p
Uncontrolled Keywords: pembatalan operasi, operasi elektif, operator, fasilitas, kondisi pasien, work up
Subjects: R Medicine > RD Surgery
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Orthopaedi & Trauma
Creators:
CreatorsEmail
Robinzon Gunawan Fanggidae, dr.UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPuger Rahardjo, dr. SpAn. KIC. KAKVUNSPECIFIED
ContributorArie Utariani, DR. , dr. SpAn. KAPUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 05 Apr 2017 20:44
Last Modified: 05 Apr 2017 20:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/56037
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item