PENGGUNAAN ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA MASYARAKAT PANDALUNGAN DI KABUPATEN PROBOLINGGO: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

NUR ANNISA, NIM.: 121211131242 (2016) PENGGUNAAN ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA MASYARAKAT PANDALUNGAN DI KABUPATEN PROBOLINGGO: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK. Skripsi thesis, Airlangga University.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
FS BI 33_16 Ann p ABSTRAK.pdf

Download (856kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FS BI 33_16 Ann p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan penelitian yang berjudul “Alih Kode dan Campur Kode pada Masyarakat Pandalungan di Kabupaten Probolinggo: Kajian Sosiolinguistik” yaitu mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode pada masyarakat Pandalungan di Kabupaten Probolinggo serta faktor-faktor yang melatarbelakangi penyebab terjadinya penggunaan alih kode dan campur kode pada masyarakat Pandalungan di Kabupaten Probolinggo. Teori yang digunakan adalah teori alih kode dan campur kode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh data kebahasaan yang bersumber dari penutur-penuturnya kemudian dipaparkan berdasarkan fakta yang ada. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap, selain itu digunakan teknik rekam, catat, dan wawancara. Hasil penelitian telah ditemukan bentuk alih kode dari bahasa Madura ke bahasa Indonesia, bahasa Jawa ke bahasa Indonesia maupun bahasa Indoneisa ke bahasa Jawa, bahasa Jawa ke bahasa Inggris maupun bahasa Inggris ke bahasa Jawa, bahasa Jawa ke bahasa Arab, bahasa Jawa ke bahasa Madura maupun bahasa Madura ke bahasa Jawa, dan bahasa Inggris ke bahasa Madura maupun bahasa Madura ke bahasa Inggris. Bentuk campur kode terdiri dari bahasa Jawa dengan bahasa Arab, bahasa Indonesia dengan bahasa Madura, bahasa Madura dengan bahasa Jawa maupun bahasa Jawa dengan bahasa Madura, bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia, bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, dan bahasa Madura halus. Faktor-faktor terjadinya alih kode adalah menghormati lawan tutur, menyesuaikan diri dengan lawan tutur, dan meyakinkan lawan tutur atau menegaskan sesuatu, sedangkan campur kode yaitu untuk bercanda dan untuk bergaya atau bergengsi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FS BI 33/16 Ann p
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P134 Contrastive linguistics
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
NUR ANNISA, NIM.: 121211131242UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ConsultantDwi Handayani, Dra., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 06 Apr 2017 22:22
Last Modified: 06 Apr 2017 22:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/56112
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item