LEMBAGA PENDIDIKAN SWASTA TIONGHOA DI MOJOKERTO : YAYASAN TARUNA NUSA HARAPAN (TNH) TAHUN 1953 - 1969

MAHENDRA ONDANG SETYO PURNOMO, NIM.: 120810463 (2016) LEMBAGA PENDIDIKAN SWASTA TIONGHOA DI MOJOKERTO : YAYASAN TARUNA NUSA HARAPAN (TNH) TAHUN 1953 - 1969. Skripsi thesis, Airlangga University.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KKB KK-2 FS Sej 50_16 Pur l ABSTRAK.pdf

Download (546kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KKB KK-2 FS Sej 50_16 Pur l.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Studi ini membahas tentang peran Yayasan Taruna Nusa Harapan (TNH) Mojokerto sebagai salah satu lembaga pendidikan swasta milik etnis Tionghoa, yang memberikan peranan dalam menanamkan identitas Bangsa Indonesia. Peranan tersebut dilakukan dengan cara mendirikan sekolah bahasa pengantar Indonesia dan memakai kurikulum nasional pada tahun 1953-1969. Permasalahan pokok dalam studi ini adalah bagaimana peran sekolah TNH dalam menanam Identitas Nasional kepada anak-anak Tionghoa Peranakan. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang memberikan dampak dalam dinamika pendidikan yayasan TNH Mojokerto. Lembaga pendidikan berupa sekolah merupakan salah satu tempat membentuk karakter dan memiliki peran dalam hal penanaman identitas. Sekolah TNH Mojokerto sebagai sekolah swasta yang didirikan oleh etnis Tionghoa yang cenderung memakai bahasa pengantar Indonesia pada awal berdirinya. Menanamkan identitas nasional sejak usia sekolah pada anak-anak Tionghoa memudahkan mereka untuk berbaur dengan penduduk pribumi. Sekolah TNH sebagai salah satu lembaga pendidikan swasta milik orang-orang Tionghoa yang mengkontribusikan diri secara langsung membantu usaha pemerintah dalam menanamkan identitas nasional Indonesia kepada murid-murid Tionghoa. Penulisan skripsi ini menggunakan metode sejarah yang meliputi pengumpulan sumber, kritik sumber, penafsiran, dan penulisan. Sumber-sumber yang banyak digunakan dalam penulisan ini berupa buku manual administrasi sekolah, wawancara dengan beberapa saksi sejarah, koran-koran sejaman dan arsip berupa akte pendirian. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa bukan hanya usaha menanamkan identitas nasional dikalangan anak-anak etnis Tionghoa yang dilakukan sekolah TNH, namun secara tidak langsung terjadi proses asimilasi juga terjadi dalam lembaga pendidikan tersebut. Perjalanan anak-anak Tionghoa Mojokerto ternyata memiliki Dualisme dalam rasa nasionalisme mereka, hal tersebut bersifat plural dan tidak tetap. Dalam hal tersebut dapat berubah sesuai dengan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh keberadaan mereka yang merupakan etnis minoritas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS Sej 50/16 Pur l
Subjects: L Education > LC Special aspects of education
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsNIM
MAHENDRA ONDANG SETYO PURNOMO, NIM.: 120810463UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ConsultantEni Sugiarti, S.S., M. HumUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 20 Apr 2017 23:29
Last Modified: 20 Apr 2017 23:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/56756
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item