UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN DAN KULIT BATANG MINDI (Melia azedarach Linn.)TERHADAP LARVA Culex quinquejasciatus Say.

R. NUGROHO SETYO ADI, 08931108S (1999) UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN DAN KULIT BATANG MINDI (Melia azedarach Linn.)TERHADAP LARVA Culex quinquejasciatus Say. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
kk mpb 3.99 adi u.pdf

Download (451kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian tentang insektisida untuk pemberantasan hama dan vektor penyakit terus berkembang. Mengingat adanya dampak negatif yang ditimbulkan dalam penggunaan insektisida sintetis, maka penggunaan insektisida bayati sebagai alternatif pengsanti perlu ditingkatkan karena bersifat aman dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.Mindi(Melia azedaraeh Linn.) merupakan salah satu tumbuban dari famili Meliaceae yang dapat digunakan sebagai salah satu insektisida hayati. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besamya nilai toksisitas (LC5() dan LC9Q ) ekstrak daun dan kuHt batang mindi (Melia azedaraeh Linn.) terhadap larva Culex qu;nque/aseiatus Say. dan mengetahui besamya nilai masa Ietal (LT,o dan LT9Q) larva Culex quinque/aseialus Say. oleh pengaruh pemberian ekstrak daun dan kuHt batang mindi (Melia azedaraeh Linn.) Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan raneangan aeak lengkap. terdiri dati 5 perlakuan masing-masing 5 replikasi. Perlakuan yang diberikan untuk tujuan pertama adalah : untuk ekstrak daun menggunakan konsentrasi 100, 300. 500, 1200 dan 2000 ppm, sedangkan untuk ekstrak kulit batang menggunakan konsentrasi 100. 200, 500, 1200 dan 1900 ppm. Untuk tujuan kedua menggunakan konsentrasi tertinggi masing-masing ekstrak yaitu 2000 ppm ekstrak daun dan 1900 ppm ekstrak kuHt batang. Data penelitian ini berupa angka kematian (%) larva uji akibat pemberian masing-masing ekstrak, dan masa letal (LT,o dan LT9Q) larva uji pada pendedahan 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22 dan 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis Probit. HasH penelitian menunjuk.kan LC,o dan LC90 ekstrak kuHt batang lebih rendah daripada ekstrak daun. Sedangkan masa letal (LT'0 dan L T 90) ekstrak kuHt batang lebih keeil daripada ekstrak daun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit batang lebih toksik daripada ekstrak daun, sedangkan waktu yang diperlukan ekstrak kuHt batang untuk membunuh larva Culex quinque/asciatus Say lebih singkat daripada ekstrak daun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB 3/99 Adi u
Uncontrolled Keywords: Melia azedaraeh Linn., Culex quinque/aseialus Say. ekstrak,. toksisitas, LC,o dan LC90, L T '0 dan L T 90, analisis Probit
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
R. NUGROHO SETYO ADI, 08931108SUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ConsultantHamidah, Dra.. M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 26 Apr 2017 20:26
Last Modified: 26 Apr 2017 20:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/56895
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item