MUTANT PREVENTION CONCENTRATION ANTIMIKROBA MEROPENEM PADA BAKTERI ACINETOBACTER BAUMANNII SENSITIF DAN RESISTEN MEROPENEM DARI ISOLAT PASIEN RAWAT INAP INTENSIF

DEWI RETNONINGSIH, 011082202 (2016) MUTANT PREVENTION CONCENTRATION ANTIMIKROBA MEROPENEM PADA BAKTERI ACINETOBACTER BAUMANNII SENSITIF DAN RESISTEN MEROPENEM DARI ISOLAT PASIEN RAWAT INAP INTENSIF. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
TMBK. 02-16 Ret m abstrak.pdf

Download (44kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
TMBK. 02-16 Ret m.pdf
Restricted to Registered users only

Download (958kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Acinetobacter baumannii merupakan bakteri oportunistik yang berimplikasi terhadap peningkatan infeksi nosokomial yang parah. Meropenem umumnya digunakan untuk pengobatan infeksi organisme ini pada pasien sakit parah. Laporan resistensi meropenem di antara bakteri ini meningkat di seluruh dunia. Acinetobacter baumannii menghasilkan resistensi meropenem melalui beberapa mekanisme. Mekanisme ini antara lain perubahan pada outer membrane, produksi efflux pumps, dan produksi -lactamase yang mampu menghidrolisis meropenem. Beberapa pendekatan bertujuan membatasi munculnya resistensi selama pengobatan untuk meningkatkan hasil pengobatan dan menyelamatkan antibiotik agar dapat digunakan di masa mendatang. Salah satu pendekatan adalah implementasi Mutant Prevention Concentration (MPC). MPC merupakan parameter farmakodinamik yang bertujuan menekan munculnya resistensi selama pengobatan antimikroba. Hal ini didefinisikan sebagai konsentrasi yang mencegah pertumbuhan first stepmutant. Mutant Selection Window (MSW) atau rasio MPC/MIC adalah perbedaan antara MPC dan MIC (Minimal Inhibitory Concentration) yang menggambarkan rentang konsentrasi dimana mikroorganisme cenderung untuk mengalami mutasi dan seleksi. Tujuan Penelitian: Menentukan MPC dari meropenem pada isolat klinik A. baumannii pasien rawat inap intensif, menganalisis perbedaan MPC dari meropenem di antara isolat klinik A. baumanni yang sensitif dan resisten meropenem, dan menentukan rasio MPC/MIC dari meropenem di antara isolat klinik A. baumannii yang sensitif meropenem dan rasio MPC/MIC dari meropenem diantara isolat klinik A. baumannii yang resisten meropenem. Metode penelitian: Sejumlah 6 isolat klinik Acinetobacter baumannii sensitif meropenem and 20 isolat klinik Acinetobacter baumannii resisten meropenem diuji. MIC ditentukan berdasarkan pedoman CLSI untuk meropenem menggunakan metode makrodilusi broth. MPC ditentukan menggunakan metode dilusi agar plate. Hasil penelitian: Rata-rata MPC meropenem pada kelompok isolat klinik Acinetobacter baumannii yang sensitif meropenem lebih rendah daripada rata-rata MPC meropenem pada kelompok isolat klinik Acinetobacter baumannii yang resisten meropenem, p=0,124 ([122,67 ± 104,02] vs [252,8 ± 189,7]). Rata-rata rasio MPC/MIC meropenem pada kelompok isolat klinik Acinetobacter baumannii yang sensitif meropenem lebih besar daripada rata-rata MPC meropenem pada kelompok isolat klinik Acinetobacter baumannii yang resisten meropenem, p=0,000 ([172,00 ± 173,34] vs [2,10 ± 0,91]). Nilai MPC dari meropenem pada isolat klinik Acinetobacter baumannii pasien rawat inap intensif adalah 512 μ g/mL dipilih karena 100% mewakili semua isolat klinik Acinetobacter baumannii sensitif dan resisten meropenem. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan MPC dari meropenem diantara isolat klinik Acinetobacter baumannii yang sensitif dengan MPC dari meropenem diantara isolat klinik Acinetobacter baumannii yang resisten. Rasio MPC/MIC meropenem diantara isolat klinik Acinetobacter baumannii yang sensitif meropenem lebih besar dari rasio MPC/MIC dari meropenem diantara isolat klinik Acinetobacter baumannii yang resisten meropenem. Nilai MPC meropenem pada isolat klinik Acinetobacter baumannii yang perlu diberikan pada pasien rawat inap intensif adalah 512 μ g/mL.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TMBK. 02-16 Ret m
Uncontrolled Keywords: Acinetobacter baumannii, Mutant Prevention Concentration, Meropenem, Intensive Care Unit
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR1-502 Microbiology
Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Mikrobiologi
Creators:
CreatorsEmail
DEWI RETNONINGSIH, 011082202UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNi Made Mertaniasih, Prof. Dr. dr.,MS.,Sp.MK(K)UNSPECIFIED
ContributorEddy Bagus Wasito, Prof. Dr., dr.,MS.,Sp.MK(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 03 May 2017 18:23
Last Modified: 03 May 2017 18:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/57050
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item