IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI INFEKSI CACING SALURAN PENCERNAAN PADA BELUT RAWA (Synbranchus bengalensis) YANG DIPASARKAN DI KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR

MUHAMMAD RIZKI KURNIAWAN, 141111096 (2016) IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI INFEKSI CACING SALURAN PENCERNAAN PADA BELUT RAWA (Synbranchus bengalensis) YANG DIPASARKAN DI KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
PK BP 54 -16 Kur i-Abstrak.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
PK BP 54 -16 Kur i.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Belut merupakan salah satu komoditas perikanan yang relatif mudah ditemui di lahan persawahan dan rawa. Belut termasuk komoditi yang bernilai ekonomis tinggi sehingga cukup potensial untuk dibudidayakan. Di Indonesia terdapat tiga jenis belut, yaitu belut sawah (Monopterus albus), belut rawa (Synbranchus bengalensis) dan belut laut atau sidat (Macrotama caligans dan Anguilla). Masalah yang sering menghambat pertumbuhan ikan ini adalah munculnya penyakit, antara lain disebabkan oleh parasit. Penyakit merupakan salah satu faktor kendala dalam kegiatan budidaya yang dikarenakan oleh ketidakseimbangan interaksi antara faktor lingkungan, inang, dan agen penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis spesies dan prevalensi cacing endoparasit yang menginfeksi saluran pencernaan belut rawa (Synbranchus bengalensis) yang di pasarkan di Kota Surabaya, Jawa Timur. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 75 ekor (10%) dari total populasi belut rawa mencapai 750 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk gambar dan tabel, data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 75 ekor sampel belut rawa diperoleh hasil 22 ekor belut rawa positif terinfeksi cacing endoparasit Pingus sinensis dan Eustrongylides ignotus. Berdasarkan hasil tersebut maka diperoleh nilai prevalensi sebesar rata-rata 29,3%. Pada penelitian ini, ditemukan infeksi tunggal L3 Pingus sinensis dengan tingkat prevalensi sebesar 4% dan infeksi tunggal L4 Eustrongylides ignotus tingkat infeksi sebesar 8%. Sedangkan tingkat prevalensi campuran infeksi L3 Pingus sinensis dan L4 Eustrongylides ignotus sebesar 16%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa cacing Pingus sinensis dan Eustrongylides ignotus sering menginfeksi belut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK BP 54-16 Kur i
Uncontrolled Keywords: HELMINTH PREVALENCE DIGESTION TRACT INFECTIONS, SWAMP EEL
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture > SH171-179 Diseases and adverse factors
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
MUHAMMAD RIZKI KURNIAWAN, 141111096UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Subekti, Prof. Dr. Drh., DEA.UNSPECIFIED
ContributorSri Agus Sudjarwo, Prof., drh, Ph.D.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 04 May 2017 22:30
Last Modified: 04 May 2017 22:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/57142
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item