Efektifitas Penurunan Nyeri Kronis Terapi Bekam: Peran Makrofag, Sel Mast dan Limfosit

Subadi, Imam and Laswati P, Hening and Lukitra P, Indrayuni (2013) Efektifitas Penurunan Nyeri Kronis Terapi Bekam: Peran Makrofag, Sel Mast dan Limfosit. Project Report. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

[img] Text (Ringkasan)
karil20.Efektifitas_P.Nyeri.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (peerreview)
peerreview20.Efektifitas_P.Nyeri.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang : Nyeri merupakan keluhan utama sehingga seseorang mencari pertolongan, Terapi nyeri saat ini belum memuaskan. Di masyarakat'berkembang terapi bekam kering dan teripi bekam basah. Efektifitas kedua terapi sudah diketahui namun mekanismenya sampai saat ini belum jelas' Tujuan : membandingkan efektifitas terapi bekam kering dan terapi bekam basah dan mengamati peran sel makrofag, sel Mast dan limfosit terhadap penurunan nyeri terapi bekam. Metode : jenis penelitian adalah randomized controlled trial post test only. Tikus putih jenis wistar 32 ekor, 300 +- 50 gram, usia 3 bulan dibagi menjadl4 kelompok. Kelompok 1 (n=8) adalah kelompok kontrol negatif, kelompok 2 (n=8) adalah kelompok kontrol positif, kelompok 3 (n=8) adalah kelompok terapi bekam kering dan kelompok 4 adalah kerompok terapi bekam basah. Model hewan nyeri inflamasi adalah 100 mikroliter complete Fruend's adjuvant disuntikkan pada permukaan plantar kaki kiri pada kelompok 2, 3 dan 4, Pada kelompok 2 hanya diberi tekanan negatif sebesar - 200 mmHg selama 5 menit, sedangkan kelompolt 4 disamping pemberlan tekanan negatif juga dirakukan tusukan sebanyak 10 kali. pengamatan dilakukan setelah 24 Jam pasca terapi bekam kering maupun terapi bekam basah. Penghitungan variabel nyeri dilakukan dengan cara menghitung waktu reaksi ambang nyeri menggunakan hot plate' Jumlah makrofag, sel Mast dan limfosit dihitung dengan pengecatan HE dibawah mikroskop cahaya. Analisa statistik menggunakan Oneway anova,korelasi Pearson dan regresi Spearman dengan perangkat SPSS 17. Hasil : waktu reaksi ambang nyeri kelompok kontrot negatif 10.66 t 2.71 detik kelompok kontrol positif 11.78 +- 3.58 detik, kelompok terapi bekam kering 16.93 +- 9.63 dan kelompok terapi bekam basah 22.81 +- 6.34 detik. Terapi bekam basah secara signifikan lebin efektif mengurangi nyeri dibandingkan terapi bekam kering (p< 0'05)' Jumlah sel makrofag lebih dominan iada terapi bekam basah (15,75 * 4,52) dan terapi bekam kering (14,12 +- 4,18) dlbandingkan jumlah sel Mast dan limfosit.Peningkatan jumlah sel makrofag berkorelasi dengan waktu reaksi ambang nyeri dan mempunyai hubungan sebab akibat secara signifikan sebesar 44%. Kesimpulan : Terapi bekam basah lebih efektif dibandingkan tgrapi bekam kering. Makrofag mempunyai peran dalam p"nrrrnin nyeri terapi blkam basah maupun terapi bekam kering. tv

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: nyeri kronis, bekam, Makrofag, Sel Mast, Limfosit
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Fisik & Rehab
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Subadi, ImamUNSPECIFIED
Laswati P, Heninglputra04@yahoo.com
Lukitra P, IndrayuniUNSPECIFIED
Depositing User: Bayu Yulianti
Date Deposited: 08 May 2017 19:33
Last Modified: 08 May 2017 19:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/57149
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item