KORELASI KUALITAS AIR DENGAN PREVALENSI Myxobolus PADA IKAN KOI (Cyprinus carpio) DI SENTRA BUDIDAYA IKAN KOI KABUPATEN BLITAR, JAWA TIMUR

APRILLIA DERIYANTI, 141011065 (2016) KORELASI KUALITAS AIR DENGAN PREVALENSI Myxobolus PADA IKAN KOI (Cyprinus carpio) DI SENTRA BUDIDAYA IKAN KOI KABUPATEN BLITAR, JAWA TIMUR. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text
PK BP 112-16 Der k-Abstrak.pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text
PK BP 112-16 Der k.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
PK BP 112-16 Der k-Abstrak.pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
PK BP 112-16 Der k.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit merupakan salah satu kendala dalam pengembangan usaha budidaya ikan koi dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi pembudidaya. Hal ini dibuktikan bahwa pada tahun 2007 produksi ikan koi mengalami penurunan sebesar 5.707.820 ekor. Timbulnya serangan penyakit pada ikan koi karena interaksi yang tidak seimbang antara ikan sebagai inang, air sebagai lingkungan dan agen penyebab penyakit (patogen). Salah satu parasit yang sering menyerang pada ikan koi adalah Myxobolus. Ikan yang terserang akan menampakkan gejala klinis berupa timbulnya nodul berwarna kemerah-merahan. Myxobolus ditemukan menginfeksi ikan koi pada kondisi pH 7 ppm, suhu 29oC, ammonia 0,3 ppm, DO 4,0 ppm, dan kecerahan diatas 20-35 cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air kolam ikan koi, untuk mengetahui prevalensi Myxobolus pada ikan koi, untuk mengetahui korelasi kualitas air dengan prevalensi Myxobolus pada ikan koi di Sentra Budidaya Ikan Koi Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, yaitu penelitian yang mengambil data secara langsung di lapangan. Hasil analisis data penelitian diperoleh prevalensiMyxobolus pada ikan koi tertinggi terdapat pada Desa Penataran yaitu 42,54% dengan suhu 280C, pH 7,61 ppm, DO 4,66 ppm, NH3 0,35 ppm dan kecerahan 25 cm. Sedangkan pada Desa Nglegok diperoleh prevalensi Myxobolus pada ikan koi 30,52% dengan suhu 280C, pH 7,64 ppm, DO 5,53 ppm, NH3 0,08 ppm, dan kecerahan 30 cm. Peningkatan suhu, pH, DO dan NH3 menunjukkan hasil yang signifikan terhadap penurunan atau kenaikan prevalensi Myxobolus. Sedangkan kecerahan menunjukkan hasil yang tidak signifikan terhadap penurunan prevalensi Myxobolus

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK BP 112-16 Der k
Uncontrolled Keywords: Prevalence Myxobolus, Koi Fish(Cyprinus carpio)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture > SH171-179 Diseases and adverse factors
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
APRILLIA DERIYANTI, 141011065UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorGunanti Mahasri, Dr., Ir., M.Si.UNSPECIFIED
ContributorHari Suprapto, Prof. Dr. Ir., M.Agr.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 07 May 2017 17:28
Last Modified: 07 May 2017 17:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/57167
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item