PENERAPAN HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) PADA PRODUKSI SURIMI BEKU IKAN KURISI (Nemipterus nematophorus) DI PT. BINTANG KARYA LAUT REMBANG, JAWA TENGAH

SRI UTARI, 141311133153 (2016) PENERAPAN HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) PADA PRODUKSI SURIMI BEKU IKAN KURISI (Nemipterus nematophorus) DI PT. BINTANG KARYA LAUT REMBANG, JAWA TENGAH. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
PKL PK BP 130-16 Uta p-Abstrak.pdf

Download (38kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
PKL PK BP 130-16 Uta p.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Surimi merupakan salah satu komoditas ekspor perikanan Indonesia dalam bentuk lumatan daging beku yang sangat mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme pathogen serta mudah rusak karena komponen penyusunnya yang sangat baik bagi pertumbuhan mikroorganisme sehingga diperlukan penanganan yang baik untuk mencegah resiko ini. Hal inilah yang mendasari diperlukannya upaya pengawasan pada proses pengolahan surimi untuk meminimalkan bahaya yang kemungkinan terjadi. Sistem HACCP akan berjalan efektif dengan prasyarat yaitu good manufacturing practice (GMP) dan sanitation standard operating procedure (SSOP). Pokok pembahasan penerapan GMP berkaitan cara mengolah yang baik. Sedangkan penerapan SSOP yang dibahas diantaranya keamanan air dan es, kebersihan permukaan yang kontak langsung dengan pangan, pencegahan kontaminasi silang, fasilitas cuci tangan, sanitasi dan toilet, pelabelan dan penyimpanan bahan kimia, pengendalian hama, dan penanganan limbah. Berdasarkan 12 langkah penerapan HACCP di PT. Bintang Karya Laut yang meliputi pembentukan tim HACCP, deskripsi produk, identifikasi penggunaan, penyusunan diagram alir proses, pemeriksaan bagan alir proses, analisis bahaya, penetapan critical control point (CCP), penetapan batas kritis, penentuan prosedur monitoring, tindakan koreksi, tindakan verifikasi, dan penetapan dokumentasi dan pencatatan sudah dijalankan namun kurang baik dalam penerapannya. Hal ini terlihat dari rendahnya tingkat sanitasi dan hygiene para karyawan dalam menerapkan SSOP. Critical control point (CCP) di PT. Bintang Karya Laut yaitu tahap penerimaan bahan baku dan pendeteksian logam. Penerimaan bahan baku merupakan titik CCP karena kemungkinan terdapat bahaya potongan jaring, kayu, krikil, dan bahan non ikan yang terbawa saat proses pengangkutan ikan di/dan dari pelabuhan menuju pabrik, adanya kandungan logam berat yang terakumulasi didalam tubuh ikan, bakteri pathogen seperti bakteri salmonela sp. Tahap deteksi logam adalah CCP dimungkinkan adanya kontaminasi logam seperti isi steples, peniti, jarum, atau karat pada peralatan.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL PK BP 130-16 Uta p
Uncontrolled Keywords: The Application of HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), Production Frozen Minced Fish, Kurisi (Nemipterus nematophorus)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.5-334.7 Fishery technology
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.9-336.5 Fishery processing
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
SRI UTARI, 141311133153UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSapto Andriyono, S.Pi. ,MTUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 22 May 2017 22:42
Last Modified: 22 May 2017 22:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/57592
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item