PENANGANAN MIOPIA DENGAN AKUPUNKTUR PADA TITIK Ganshu (BL 18), Shenshu (BL 23), dan Guangming (GB 37) SERTA HERBAL LABU KUNING (Cucurbita moschata)

INDAH SARI. WAHYUNINGTYAS, NIM011310413006 (2016) PENANGANAN MIOPIA DENGAN AKUPUNKTUR PADA TITIK Ganshu (BL 18), Shenshu (BL 23), dan Guangming (GB 37) SERTA HERBAL LABU KUNING (Cucurbita moschata). Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
FV.TA. PT. 15-16 Wah p abstrak.pdf

Download (84kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
FV.TA. PT. 15-16 Wah p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Miopia disebut sebagai rabun jauh, disebabkan karena mata miopia memiliki titik dekat lebih < 25 dan titik jauh lebih kecil dari tak terhingga. Sehingga, berakibat ketidakmampuan untuk melihat jauh, akan tetapi dapat melihat dekat dengan lebih baik. Miopia adalah kelainan refraksi dimana sinar sejajar dari benda yang dilihat yang masuk ke mata dalam keadaan istirahat (tanpa akomodasi) akan dibias membentuk bayangan di depan retina (Yani, 2008). Adapun faktor yang berkaitan dengan penyebab terjadinya miopia yaitu faktor herediter atau keturunan, faktor lingkungan dan faktor gizi (Ilyas, 2006). Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efek akupuntur pada titik Ganshu (BL 18), Shenshu (BL 23), dan Guangming (GB 37) serta pemberian herbal labu kuning (cucurbita moschata) dapat mengurangi keluhan pada penderita miopia sehingga bermanfaat bagi semua pihak khususnya terhadap bidang kesehatan. Kegiatan ini merupakan studi kasus miopia, khususnya membuktikan ada pengaruh penggunaan teknik akupuntur dan herbal terhadap pengobatan pasien miopia yang terjadi sebelum penanganan, saat penanganan, dan setelah penanganan menggunakan teknik akupuntur dan pemberian herbal. Berdasarkan hasil penanganan miopia menggunakan teknik akupuntur dan herbal labu kuning (cucurbita moschata) didapatkan bahwa pasien yang awalnya mengalami pandangan kabur sudah mulai berkurang, serta nyeri pinggang dan lutut sudah tidak dirasakan lagi, nokturnal emisi yang dikeluhkan pasien sudah tidak dirasakan lagi dan tinnitus yang sering dirasakan pasien sudah tidak ada lagi.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKA KK FV.TA. PT. 15-16 Wah p
Uncontrolled Keywords: MIOPIA, AKUPUNKTUR, LABU KUNING
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM182-190 Other therapeutic procedures Including acupuncture, pneumatic aspiration, spinal puncture, pericardial puncture
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Pengobat Tradisional
Creators:
CreatorsNIM
INDAH SARI. WAHYUNINGTYAS, NIM011310413006NIM011310413006
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorJ. Mukono, Prof.Dr.H., dr.,MS.,MPHUNSPECIFIED
Thesis advisorSukardiman, Prof. Dr., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 23 May 2017 16:55
Last Modified: 23 May 2017 16:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/57612
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item