PEMBUATAN PAKAN BUATAN UNTUK IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp) DENGAN METODE NWS (NATURAL WATER SYSTEM) DI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH

FARAH NABILAH, 141311133150 (2016) PEMBUATAN PAKAN BUATAN UNTUK IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp) DENGAN METODE NWS (NATURAL WATER SYSTEM) DI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
RINGKASAN.pdf

Download (287kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
PKL. PK. BP. 258-16 Nab p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair. ac.id

Abstract

Lele sangkuriang (Clarias sp) sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat permintaan kebutuhan sehari-hari yang meningkat. Harga jual ikan lele di pasaran yang mencapai Rp 15.000 per kg menjadikan komoditas air tawar ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sehingga perlu dikembangkan untuk memenuhi permintaan pasar, melalui pemberian pakan buatan yang berkwalitas dan meningkatkan pertumbuhan ikan lele sangkuriang (Clarias sp). Tujuan dari Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan kerja, mengetahui cara pembuatan pakan buatan ikan lele sangkuriang (Clarias sp) dan mengetahui kendala dalam proses pembuatan pakan buatan. Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Dinas Kelautan dan Perikanan, Brebes, Propinsi Jawa Tengah pada tanggal 20 Januari – 19 Februari 2016. Metode kerja yang digunakan dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara partisipasi aktif, observasi, wawancara langsung dengan narasumber serta mengkaji studi pustaka. Proses pembuatan pakan buatan di Dinas Kelautan dan Perikanan Brebes, meliputi persiapan bahan baku, menentukan formulasi, menimbang bahan baku, proses penghalusan bahan baku, proses pengolahan di mesin pellet, pengeringan, pengolahan pakan buatan. Pertumbuhan didefinisikan sebagai perubahan ikan dalam berat, ukuran, maupun volume seiring dengan berubahnya waktu. Ikan lele sangkuriang ditebar pada umur 30 hari yang memiliki panjang sekitar 2-5 cm dan berat 0,3 - 2 gram. Pengamatan pertumbuhan dilakukan seminggu sekali. Dengan cara pengambilan beberapa sampel (5 - 10 ekor) ikan lele sangkuriang secara acak menggunakan seser kemudian ditimbangmenggunakan timbangan analitik dan diukur menggunakan penggaris. Hasil pengamatan berat dan panjang tubuh ikan dirata-rata. Hasil dari rata-rata berat tubuh yang dikalikan dengan jumlah ikan lele yang ada di kolam merupakan berat ikan secara keseluruhan (berat total ikan) di kolam. Pengukuran kualitas air dengan kisaran suhu antara 27 – 29º C, pH berkisar antara 7 – 8, DO berkisar antara 0,20 – 5, turbiditas berkisar antara 0 – 21, TDS berkisar antara 1 – 3. Permasalahan budidaya selama praktek kerja lapang yaitu tingginya fluktuasi suhu lokasi praktek sehingga dapat mengakibatkan rendahnya nilai kelulushidupan larva dan penyimpanan bahan baku yang kurang memenuhi syarat. Penanggulangan fluktuasi suhu dengan menggunakan penambahan aerasi pada pembesaran ikan lele sangkuriang.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL PK BP 258-16 Nab p
Uncontrolled Keywords: pakan ikan
Subjects: T Technology > TS Manufactures > TS2284-2288 Animal feeds and feed mills. Pet food industry
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
FARAH NABILAH, 141311133150UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSudarno, Ir., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 30 May 2017 17:57
Last Modified: 30 May 2017 17:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/57797
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item