BUDIDAYA KERANG HIJAU (Perna viridis) METODE RAKIT APUNG di SRIRACHA FISHERIES RESEARCH STATION, PROVINSI CHONBURI, THAILAND

VIRLY RACHMAWATI. S, 141311133008 (2016) BUDIDAYA KERANG HIJAU (Perna viridis) METODE RAKIT APUNG di SRIRACHA FISHERIES RESEARCH STATION, PROVINSI CHONBURI, THAILAND. Fakultas Perikanan dan Kelautan.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
PKL.PK.BP 148-16 Vir b ABSTRAK.pdf

Download (113kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PKL.PK.BP 148-16 Vir b SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kerang hijau merupakan salah satu produk perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Populasi spesies ini telah tersebar di sepanjang pesisir Indonesia. Peningkatan produksi kerang hijau juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini disebabkan karena kerang hijau mudah untuk di budidayakan. Metode budidaya yang paling sering digunakan di Indonesia adalah metode tancap dengan kombinasi bambu dan tali. Selain di Indonesia, negara lain yang melakukan perkembangan di bidang budidaya kerang hijau adalah negara Thailand. Thailand merupakan penghasil produksi terbesar kerang hijau. Metode budidaya yang digunakan sebelumnya adalah metode bambu, dimana model ini mirip dengan metode tancap. Namun, karena metode ini memiliki banyak kendala, maka dikembangkan metode baru yaitu metode rakit apung dengan kombinasi tali, drum pelampung dan jangkar. Tujuan dari Praktek Kerja Lapang (PKL) di Sriracha Fisheries Research Station, Thailand adalah untuk mempelajari dan memahami secara langsung metode budidaya rakit apung. Kegiatan budidaya kerang hijau di Sriracha Fisheries Research Station menggunakan metode rakit apung, yaitu metode yang mengkombinasikan tali, drum pelampung, dan jangkar pada proses budidaya. Kendala yang ditemukan pada budidaya kerang hijau dalam metode rakit apung di Sriracha Fisheries Research Station adalah kurangnya kesadaran keamanan dengan tidak membawa kompas saat melakukan penelitian ke tengah laut. Untuk mencegah terjadinya bahaya yang tidak diinginkan sebaiknya perlu ditingkatkan kesadaran keamanan dengan membawa kompas dan berbagai keperluan ketika sedang berlayar.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL.PK.BP 148/16 Vir b
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH343.4 Fishery research vessels
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
VIRLY RACHMAWATI. S, 141311133008UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEndang Dewi Masithah, Dr., Ir., MP.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 30 May 2017 21:50
Last Modified: 30 May 2017 21:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/57854
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item