IDENTIFIKASI BAHAYA PADA PROSES PENGALENGAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DALAM PENERAPAN HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) DI PT. SUMBER MINA BAHARI, REMBANG-JAWA TENGAH

CHRISTIAN DONOVAN PANDELAKI, 141211133021 (2016) IDENTIFIKASI BAHAYA PADA PROSES PENGALENGAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DALAM PENERAPAN HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) DI PT. SUMBER MINA BAHARI, REMBANG-JAWA TENGAH. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
PKL PK BP 204-16 Pan i-Abstrak.pdf

Download (221kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
PKL PK BP 204-16 Pan i.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Rajungan merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang memiliki nilai jual cukup tinggi, dalam pemasarannya dapat dipasarkan dalam keadaan segar maupun olahan. Kesegaran produk perikanan (termasuk rajungan) merupakan salah satu hal yang penting dalam menentukan mutu suatu produk olahan. Dalam menjaga kesegaran dan keawetan daging rajungan dari pembusukan dalam jangka waktu tertentu dilakukan dengan cara pengolahan (pengalengan). Kontrol kualitas sangat penting pada proses pengalengan. Tujuan dari Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk mengetahui, mengerti, dan memahami identifikasi bahaya pada proses pengalengan rajungan. Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Jalan Raya Rembang-Tuban KM 31 Ds. Sumber Sari Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang Jawa tengah pada tanggal 12 Januari-12 Februari 2015 . metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, partisipasi aktif dan studi pustaka. Tahapan proses pengalengan dimulai dari penerimaan bahan baku daging rajungan di area penerimaan setiap hari, sortasi, penimbangan, pendeteksian logam, mixing (pencampuran), filling (pemasukan daging rajungan dalam kaleng), seaming (penutupan kaleng), pasteurisasi dengan suhu 86,10C-88,10C selama 140 menit , chilling dengan suhu 00C-30C selama 120 menit, pengemasan, penyimpanan cold storage dengan suhu 0-20C, pengangkutan (stuffing). Identifikasi bahaya bahan baku dan bahan pendukung dilakukan dengan pengambilan sampel dan diuji di laboratorium. Kontrol kualitas proses dilakukan pengontrolan secara periodic dengan lebih menekankan pendekatan pada critical control point (CCP). Critical control point (CCP) adalah titik kritis dimana bahaya-bahaya fisika, kimia, dan biologi sering ditemui pada setiap proses pengalengan rajungan mulai dari penerimaan bahan baku, proses, hingga tahap produk akhir. Kendala di perusahaan ini adalah kurangnya kontinuitas bahan baku dikarenakan bersifat musiman sehingga proses produksi tidak bisa berlangsung dengan stabil sepanjang tahun. Upaya yang dilakukan perusahaan dalam menanggulangi kendala tersebut ialah dengan menggunakan berbagai mini plant dari jawa hingga luar jawa.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL PK BP 204-16 Pan i
Uncontrolled Keywords: process of canning rajungan (Portunus pelagicus), the application of HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.5-334.7 Fishery technology
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.9-336.5 Fishery processing
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
CHRISTIAN DONOVAN PANDELAKI, 141211133021UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHari Suprapto, Prof.Dr, Ir., M.Agr.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 01 Jun 2017 17:48
Last Modified: 01 Jun 2017 17:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/57900
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item