MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH PRODUKSI KARAGINAN Kappaphycus alvarezii DI PT. KAPPA CARRAGEENAN NUSANTARA, PASURUAN, JAWA TIMUR

AINNUR FITRIA RACHMATUNISA, 141211132046 (2016) MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH PRODUKSI KARAGINAN Kappaphycus alvarezii DI PT. KAPPA CARRAGEENAN NUSANTARA, PASURUAN, JAWA TIMUR. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
PKL PK BP 218-16 Rat m--Abstrak.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text (HALAMAN DEPAN)
PKL PK BP 218-16 Rat m-1.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PKL PK BP 218-16 Rat m-2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
PKL PK BP 218-16 Rat m-3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perairan Indonesia memiliki beragam jenis biota perairan yang memiliki banyak manfaat, salah satunya rumput laut. Rumput laut yang cukup potensial dan banyak dijumpai di perairan Indonesia adalah Kappaphycus alvarezii (termasuk alga merah) yang dapat menghasilkan karaginan. Karaginan dapat diproduksi dengan dua metode yakni menggunakan larutan alkali panas atau Alkali Treated Cottonii (ATC), dan dengan ekstraksi menggunakan alkohol. Metode ATC merupakan metode yang mayoritas digunakan dalam produksi karaginan. Proses pembuatan karaginan menggunakan ATC menyisakan limbah produksi yang berupa limbah padat dan limbah cair yang bersifat alkali. Limbah tersebut jika tidak ditangani dengan sebaik-baiknya akan menimbulkan masalah pencemaran. Salah satu perusahaan yang menggunakan metode ATC adalah PT. Kappa Carrageenan Nusantara. Tujuan dari pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini adalah mengetahui jenis-jenis limbah dan cara mengelola limbah produksi karaginan Kappaphycus alvarezii. Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di PT. Kappa Carrageenan Nusantara, Jalan Raya Pasuruan – Malang Km.10, Desa Kurung, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa Timur pada tanggal 12 Januari–12 Februari 2015. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan pengumpulan data berupa data primer (observasi, wawancara, dan partisipasi aktif) dan data sekunder (studi pustaka dan dokumentasi). Proses produksi karaginan terdiri dari pencucian bahan baku, perendaman larutan alkali, pencucian tiga kali, proses hydro extraction atau pemasakan, proses filtrasi, penjedalan, pembungkusan, pengepresan, drying, pemotongan bentuk chip, dan milling. Limbah produksi karaginan di PT. Kappa Carragenan Nusantara terdiri dari limbah padat dan limbah cair. Limbah padat memiliki ciri-ciri berwarna putih sedangkan limbah cair memiliki ciri-ciri berwarna cokelat gelap serta keruh. Limbah padat produksi karaginan di PT. Kappa Carragenan Nusantara dikelola dengan cara menempatkan limbah padat tersebut di tempat yang tidak tergenang oleh air agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap serta memberikan limbah tersebut kepada produsen pakan ternak. Sedangkan untuk limbah cair produksi karaginan dikelola dengan cara dilakukan sistem aerasi terus-menerus ke lahan belakang pabrik serta tidak membiarkan limbah cair tersebut mengendap di bak penampungan terlalu lama.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL PK BP 218-16 Rat m
Uncontrolled Keywords: Carrageenan Kappaphycus alvarezii, Waste Kappaphycus alvarezii
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH393 Seagrasses
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
AINNUR FITRIA RACHMATUNISA, 141211132046UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHeru Pramono, S.Pi., M.Biotech.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 02 Jun 2017 22:58
Last Modified: 02 Jun 2017 22:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/57953
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item