PLURALISME MASYARAKAT NIAS UTARA: Studi tentang Proses Sosial antara Masyarakat Lokal dan Pendatang

Tuti Rahayu, 071217047321 (2016) PLURALISME MASYARAKAT NIAS UTARA: Studi tentang Proses Sosial antara Masyarakat Lokal dan Pendatang. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
Dis S. 04-16 Rah p abstrak.pdf

Download (872kB) | Preview
[img]
Preview
Text (halaman depan)
Dis S. 04-16 Rah p halaman depan.pdf

Download (552kB) | Preview
[img] Text (isi)
Dis S. 04-16 Rah p isi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Studi ini mengkaji tentang proses sosial antara masyarakat lokal yang mayoritas dan masyarakat pendatang yang minoritas, dengan menggunakan teori Communal Community (Masyarakat Majemuk) Ricardo L.Garcia. Lokasi penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Nias Utara, Kecamatan Lahewa. Disertasi ini menjelaskan bahwa masyarakat Nias Utara yang pluralis dapat bertahan dan eksis dalam kehidupan bersama dalam proses asimilasi, adaptasi dan akomodasi. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi historis. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi serta membuka Forum Group Disscation (FGD). Secara keseluruhan informan penelitian ini terdiri dari 32 orang, yakni tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama. Beberapa temuan dari studi ini menjelaskan, masyarakat Nias Utara adalah masyarakat pendatang (Ndrawa) yang minoritas beragama Islam berasal dari Aceh, Bugis dan Minang serta masyarakat lokal (Ono Niha) yang mayoritas. Eksistensi masyarakat Nias Utara yang pluralis dapat dilihat dari agama, bahasa dan seni. Meskipun menjadi masyarakat yang minoritas, hak-hak mereka dalam beragama dan identitas budaya mereka tidak hilang. Hal ini disebabkan adanya proses sosial yang menimbulkan saling toleransi, solidaritas, kerukunan dan koeksistensi pada masyarakat mayoritas dan minoritas. Penggunaan mado dibelakang nama merupakan suatu bentuk pengakuan dari masyarakat lokal, sehingga eksistensi mereka diterima dan diakui. Pluralisme yang terjadi pada masyarakat Nias Utara dapat dilihat pada proses asimilasi, adaptasi dan akomodasi. Asimilasi yang terjadi pada masyarakat pendatang dan masyarakat lokal yang ada di Kecamatan Lahewa dilihat bahwa ada beberapa unsur kebudayaan masyarakat pendatang yang menjadi hilang ketika masyarakat pendatang bergabung dengan masyarakat lokal, yaitu bahasa dan Talifusö. Masyarakat pendatang meninggalkan bahasa daerahnya dan menggunakan bahasa masyarakat lokal sebagai alat komunikasinya. Talifusö sebagai alat resolusi konflik dan sebagai kearifan lokal yang diciptakan oleh masyarakat lokal. Adapun bentuk adaptasinya adalah Aleale. Aleale merupakan bentuk budaya baru yang dihasilkan dari perpaduan antara silat dari masyarakat pendatang dan tari perang dari masyarakat lokal. Bentuk akomodasi yang terjadi adalah perkawinan. Dimana antara masyarakat lokal dan masyarakat pendatang memiliki unsur tata cara upacara perkawinannya yang sama namun unsur-unsur kebudayaan dari masing-masing kelompok masih terlihat dan berdiri sendiri. Kata Kunci: Pluralisme, Proses Sosial, Interaksi dan koeksistensi

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis S. 04-16 Rah p
Uncontrolled Keywords: Pluralisme, Proses Sosial, Interaksi dan koeksistensi
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM481-554 Theory. Method. Relations to other subjects
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
Tuti Rahayu, 071217047321UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMustain, Prof. Dr., Drs., M.SiUNSPECIFIED
ContributorToetik Koesbardiati, Dra., Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 19 Jun 2017 17:41
Last Modified: 19 Jun 2017 17:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/58246
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item