SEDHAKEP ANGAWE-AWE: KAJIAN JARINGAN SOSIAL PENCURIAN KAYU JATI DI PERHUTANI KABUPATEN TUBAN PROVINSI JAWA TIMUR

Drs. H. Moh. Adib, MA., 091070402 (2016) SEDHAKEP ANGAWE-AWE: KAJIAN JARINGAN SOSIAL PENCURIAN KAYU JATI DI PERHUTANI KABUPATEN TUBAN PROVINSI JAWA TIMUR. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
Dis S. 08-16 Adi s abstrak.pdf

Download (80kB) | Preview
[img] Text (isi)
Dis S. 08-16 Adi s isi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (lampiran)
Dis S. 08-16 Adi s lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (641kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (i) menganalisis pola budaya jaringan sosial pencurian kayu Jati (Curyuti) yang diperankan oleh para aktornya berbasiskan pada muatan kekerabatan (kinship), pertemanan (friendship), kekuasaan (powership), dan kepentingan (interestship); (ii) menganalisis keterlekatan transaksional dari para aktor Curyuti yang berlangsung secara masif di lokasi penelitian. Temuan penelitian ini dapat bermanfaat untuk mengembangkan temuan terdahulu, terutama teori jaringan sosial yang diterapkan dalam pengelolan hutan di Jawa oleh Perhutani dalam perspektif aktor pada masa pasca reformasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan saat kegiatan lapangan sampai pengumpulan data dengan teknik analisis klasifikasi, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Studi ini dilakukan di kawasan “segitiga tengkorak” rawan gangguan keamanan hutan (Gukamhut) Perum Perhutani di KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Tuban, KPH Parengan, dan KPH Jatirogo Kabupaten Tuban. Perspektif aktor yang digunakan sebagai analisis dalam penelitian ini berfokus pada keterlekatan (embeddedness) transaksional secara internal, relasional, dan struktural dari para aktornya dalam kelembagaan baik pemerintah maupun non pemerintah. Hasil penelitian ini menemukan (i) Curyuti yang dilakukan oleh para aktornya pada dekade 2010-an merupakan bagian warisan aksi-aksi serupa pada tiga dekade sebelumnya yang memuncak pada dekade 2000-an; (ii) asal usul Curyuti itu dimotori oleh aktor dari dalam petugas lapangan dari Perum Perhutani dan aparat keamanan yang dilaksanakan dengan pola budaya jaringan sosial sedhakep angawe-awe (SAA); (iii) para aktor dalam jaringan sosial Curyuti adalah oknum dari warga masyarakat, aparat keamanan, kepolisian, pegawai Perhutani, dan pengusaha industri pengolahan kayu; (iv) para aktor Curyuti telah memanfaatkan jaringan sosial bermuatan pertemanan (friendship), kekerabatan (kinship), gabungan antara pertemanan dan kekerabatan, kepentingan (interestship), dan kekuasaan (powership); (v) Curyuti telah dilakukan bersama dalam relasi sosial yang terhubung dalam keterlekatan (embeddedness) relasional dan struktural, transaksional, dan klientelisme. Kata Kunci: orientasi aktor, transaksional, klientelisme, keterlekatan relasional dan struktural

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis S. 08-16 Adi s
Uncontrolled Keywords: orientasi aktor, transaksional, klientelisme, keterlekatan relasional dan struktural
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM706 Social structure
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
Drs. H. Moh. Adib, MA., 091070402UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMustain, Prof. Dr., Drs., M.Si.UNSPECIFIED
ContributorHeddy Shri Ahimsa-Putra, Prof., M.A., M.Phil., Ph.D.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 19 Jun 2017 18:38
Last Modified: 19 Jun 2017 18:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/58250
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item