MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KONSERVASI PADA ANAK DI TAHAPAN OPERASIONAL KONKRET

ANDRA JATMIKO, 111111007 (2017) MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KONSERVASI PADA ANAK DI TAHAPAN OPERASIONAL KONKRET. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (121kB) | Preview
[img] Text (full text)
Andra Jatmiko 111111007.compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (955kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Berdasarkan hasil data dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Pada siklus satu, subjek pertama sebenarnya sudah bisa memahami konsep konservasi, namun merasa kebingungan dengan pertanyaan peneliti yang menanyakan tentang titik dadu. Lalu subjek kedua, belum memiliki atau menguasai kemampuan konservasi panjang. Sudah dilakukan percobaan berulang kali, hasilnya subjek belum memiliki kemampuan konservasi. Begitu juga dengan subjek ketiga, belum menguasai kemampuan konservasi. Sudah dilakukan percobaan berulang, namun subjek belum mampu menjawab dengan benar, serta memahami konsep konservasi volume. 2. Pada siklus kedua, subjek pertama terlihat sudah memiliki kemampuan konservasi. Hal ini dibuktikan dengan subjek menjawab benar pertanyaan dari peneliti. Kemudian subjek kedua, sudah memiliki kemampuan konservasi. Namun memiliki catatan, yaitu di salah satu percobaan subjek menjawab pertanyaan dengan kurang tepat, tetapi setelah di ulangi subjek mampu menjawab dengan benar. Untuk subjek ketiga, pada siklus kedua ini sudah memiliki kemampuan konservasi. Tetapi peneliti memiliki keyakinan bahwa subjek menjawab karena hasil remembering pada pertemuan sebelumnya. Oleh karena itu, untuk memastikan subjek paham dilakukan percobaan yang berbeda. Hasilnya subjek menjawab dengan benar pertanyaan dari peneliti. Kesimpulan keseluruhan pada siklus dua ini, ketiga subjek mengalami proses yang lebih baik pada hari sebelumnya. 3. Pada siklus ketiga, subjek pertama sudah paham dengan konsep konservasi bilangan. Begitu juga dengan subjek kedua dan ketiga yang sudah menguasai konsep konservasi panjang dan volume. Siklus ketiga digunakan peneliti untuk memantapkan kembali pemahaman tentang konservasi pada subjek. Kesimpulan akhir dari siklus ini adalah ketiga subjek sudah menguasai konsep konservasi. 4. Berikut merupakan cara sederhana dalam mengembangkan kemampuan konservasi berdasarkan teori konservasi Piaget. Peneliti mengambil contoh konservasi panjang : a) Siapkan alat dan bahan berupa benda yang memiliki panjang yang sama, misalnya pensil, tali, bambu, dan semacamnya. b) Minta kepada anak untuk memperhatikan benda tersebut. Bertanyalah pada anak, apakah benda itu memiliki panjang yang sama. Jika iya, letakkan benda tersebut tepat dihadapan anak. c) Setelah diletakkan, sejajarkan ke dua benda tersebut. d) Tarik salah satu sisinya, hingga membentuk panjang yang tidak sejajar. e) Kemudian bertanyalah kembali, apakah benda itu memiliki panjang yang sama atau tidak. Jika anak menjawab sama panjang,maka tanya alasan mengapa benda tersebut memiliki panjang yang sama. Indikator keberhasilan adalah ketika anak menjawab benda masih tetap sama panjang walaupun benda tersebut berubah bentuk atau posisi. Jika anak menjawab tidak sama, maka tanya alasan mengapa benda tersebut tidak memiliki panjang yang sama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 PSI.01/17 Okt h
Uncontrolled Keywords: Psychology
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
ANDRA JATMIKO, 111111007UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRudi Cahyono, M.Psi., psiUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 13 Jul 2017 17:48
Last Modified: 13 Jul 2017 17:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/58786
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item