HUBUNGAN ANTARA KESADARAN DIRI DENGAN KECENDERUNGAN GANGGUAN MAKAN BERLEBIHAN PADA REMAJA DENGAN OBESITAS DI SURABAYA

ADINDRA PRADHANA, 111111045 (2017) HUBUNGAN ANTARA KESADARAN DIRI DENGAN KECENDERUNGAN GANGGUAN MAKAN BERLEBIHAN PADA REMAJA DENGAN OBESITAS DI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (292kB) | Preview
[img] Text (full text)
111111045_Adindra Pradhana.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara empiris apakah terdapat hubungan antara kesadaran diri dengan kecenderungan gangguan makan berlebihan pada remaja dengan obesitas di Surabaya dan menganalisa secara deskriptif hubungan tersebut. Gangguan perilaku makan berlebihan atau terkenal dengan sebutan binge eating disorder dapat diketahui melalui simtom terjadinya episode makan secara berlebihan dan tidak wajar selama minimal 2 hari per minggu dan adanya perasaan tidak dapat mengontrol diri (APA, 1994 dalam Kristeller and Hallett, 1999). Baumeister (1991, dalam Brock dan Adams, 2001) mengemukakan bahwa terdapat hubungan antara gangguan makan berlebihan dan kesadaran diri (self-consciousness) sebagai reaksi dari evaluasi diri. Dalam penelitian Sawaoka, dkk. (2012) didapatkan hubungan bahwa semakin tinggi kesadaran diri penderita obesitas, semakin tinggi pula tingkat munculnya gejala gangguan makan berlebihan (kepelikan). Jadi, penderita obesitas cenderung merasa sadar (conscious) akan dirinya dan tubuhnya, orang di sekitar mengenai dirinya, dan lingkungannya (Sawaoka, dkk., 2002). Penelitian ini dilakukan pada remaja usia 18-22 tahun dengan obesitas, dimana keadaan obesitas diketahui dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) subjek sesuai ketentuan WHO (2006). Jumlah subjek sebanyak 43 orang dengan domisili Surabaya. Penelitian ini menggunakan alat ukur adaptasi milik Scheier dan Carver (1985) yang merupakan hasil revisi dari alat ukur kesadaran diri milik Fenigstein, Scheier, dan Buss (1975), yaitu Self-consciousness Scale Revised (SCS-R). Alat ukur yang kedua berdasarkan gejala serta gangguan makan pada DSM III dan wawancara pada subjek obesitas dalam alat ukur Binge Eating Scale (BES) milik Gormally, et. al. (1982). Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson dalam program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi antara kesadaran diri dengan kecenderungan gangguan makan berlebihan yakni 0,301 dan signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran diri memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan kecenderungan gangguan makan berlebihan pada remaja dengan obesitas di Surabaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 03/17 Pra h
Uncontrolled Keywords: kesadaran diri, kecenderungan gangguan makan berlebihan, remaja, obesitas.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
ADINDRA PRADHANA, 111111045UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWOELAN HANDADARI, DRA.,MS.I.,PSIKOLOGUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 13 Jul 2017 18:25
Last Modified: 13 Jul 2017 18:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/58798
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item