PENGARUH GANGGUAN SISTEM GERAK DAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP ANAK CEREBRAL PALSY

HANDIKA TRI TAWANGSASI, 101411123072 (2017) PENGARUH GANGGUAN SISTEM GERAK DAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP ANAK CEREBRAL PALSY. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (54kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 14-17 Taw p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (852kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tunadaksa merupakan jumlah yang terbanyak diantara jenis disabilitas. Salah satu dari jenis tunadaksa adalah Cerebral palsy. Diperkirakan angka prevalensi Cerebral palsy meningkat setiap tahunnya yaitu 1-5 per 1000 anak. Sampai saat ini Cerebral palsy masih merupakan penyebab terbanyak dari kecacatan pada anak. Kualitas hidup anak Cerebral palsy rata-rata masih cukup rendah. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup anak Cerebral palsy adalah faktor penyakit anak, faktor sosial dan faktor personal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gangguan sistem gerak dan dukungan sosial keluarga terhadap kualitas hidup anak Cerebral palsy. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak dengan Cerebral palsy usia 4- 12 tahun yang terdaftar sebagai siswa binaan YPAC Surabaya. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah sama yaitu sejumlah 39 anak. Variabel dependen adalah kualitas hidup anak Cerebral palsy, sedangkan variabel independen adalah gangguan sistem gerak dan dukungan sosial keluarga. Teknik pengumpulan data adalah mewawancarai orang tua anak Cerebral palsy serta mengumpulkan data rekam medik anak Cerebral palsy. Data kemudian diolah dan dilakukan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah (46,15%) anak menderita Cerebral palsy Tetraplegic Spastic. Sebagian besar (53,85%) anak Cerebral palsy memiliki dukungan sosial keluarga baik. Sebagian besar (53,85%) anak Cerebral palsy memiliki kualitas hidup tidak baik. Gangguan sistem gerak tidak berpengaruh terhadap kualitas hidup anak Cerebral palsy. Dukungan sosial keluarga berpengaruh terhadap kualitas hidup anak Cerebral palsy dan memiliki hubungan yang positif. Dukungan sosial keluarga baik akan meningkatkan kualitas hidup anak Cerebral palsy. Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa gangguan sistem gerak tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas hidup anak Cerebral palsy. Dukungan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas hidup anak Cerebral palsy. Saran bagi institusi terkait adalah meningkatkan kualitas hidup anak Cerebral palsy dengan meningkatkan peran keluarga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 14-17 Taw p
Uncontrolled Keywords: Cerebral palsy, Dukungan Sosial Keluarga, Kualitas Hidup, Gangguan Sistem Gerak
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN451-477.7 Intellectual life Including communication, recreation, philosophy, religion, knowledge, etc.
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ370-550 Diseases of children and adolescents
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
HANDIKA TRI TAWANGSASI, 101411123072UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNunik Puspitasari, S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 16 Jul 2017 20:36
Last Modified: 16 Jul 2017 20:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/58913
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item