ANALISIS SUKU BUNGA SEBAGAI INDIKATOR EKSPEKTASI INFLASI DI INDONESIA PERIODE AGUSTUS 1997 - JUNI 2OO3

LATIPAHANI, 049916341 (2004) ANALISIS SUKU BUNGA SEBAGAI INDIKATOR EKSPEKTASI INFLASI DI INDONESIA PERIODE AGUSTUS 1997 - JUNI 2OO3. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
kk C 47.40 Lat a.pdf

Download (111kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Undang-Undang No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menetapkan tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Kestabilan nilai Rupiah tersebut mencakup kestabilan terhadap barang dan jasa yang tercennin dan perkembangan laju inflasi dan perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang negara lain. Dalam kaitannya dengan kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi, salah satu faktor terpenting bagi efektifitas dan efisiensi pelaksanaannya oleh Bank Indonesia adalah pemabaman mengenai terbentuknya ekspektasi inflasi oleh para pelaku ekonomi. Dengan diperolehnya pemahaman tersebut maka dapat dilakukan taksiran ekspektasi inflasi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai: (1) arahan bagi penentuan target inflasi moneter oleh Bank Indonesia, dan (2) masukan bagi kebijakan dis-inflasi non-moneter oleh pemerintah dan departemen terkait. Sudut pandang term structure theory mengatakan bahwa ekpektasi masyarakat terhadap inflasi di masa yang akan datang dapat dilihat dan perkembangan suku bunga nominal perbankan. Secara umum, suku bunga nominal mencenninkan suku bunga riil ditambah ekspektasi inflasi. Efek Fisher menyatakan bahwa tingkat suku bunga nominal memiliki hubungan one-for-one dengan perubahan dalam ekspektasi inflasi. Dengan demikian perkembangan suku bunga nominal dapat digunakan sebagai indikator ekspektasi inflasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif sederhana yaitu Granger Causality Test untuk memperoleh informasi suku bunga deposito yang memiliki kemampuan menjelaskan pergerakan ekspektasi inflasi. Hasil analisa menunjukkan selama periode penelitian tingkat suku bunga deposito 1,3,6 bulan dan ekspektasi inflasi memiliki hubungan kausalitas dua arah (bidirectional). Dengan demikian, tingkat suku bunga deposito 1,3,6 bulan dan ekspektasi inflasi memiliki kemampuan untuk saling menjelaskan sehingga tingkat suku bunga deposito 1, 3, dan 6 bulan dapat digunakan sebagai indikator ekspektasi inflasi masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FULLTEXT TIDAK TERSEDIA
Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ2240-5908 Revenue. Taxation. Internal revenue > HJ2351 Inflation and taxation
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
Creators:
CreatorsEmail
LATIPAHANI, 049916341UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTJUK KASTURI SUKIADI, Dr., SE.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 17 Jul 2017 18:36
Last Modified: 17 Jul 2017 18:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/58987
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item