PENGGUNAAN RASIO PERBANKAN SEBAGAI ALAT BANTU DALAM MENYUSUN ANGGARAN LABA PERUSAHAAN : STUDI KASUS PADA BANK "XYZ" CABANG SURABAYA TAHUN 2004

Nani Widayanti, 040214348 E (2006) PENGGUNAAN RASIO PERBANKAN SEBAGAI ALAT BANTU DALAM MENYUSUN ANGGARAN LABA PERUSAHAAN : STUDI KASUS PADA BANK "XYZ" CABANG SURABAYA TAHUN 2004. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-widayantin-4336-kkbkk-2-k.pdf

Download (338kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-widayantin-4336-.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Rencana anggaran merupakan salah satu sub sistem akuntansi yang cukup krusial. Anggaran merupakan acuan dalam pencapaian tujuan bank. Anggaran yang mengambarkan tujuan Bank secara keseluruhan berbentuk Anggaran Laba, yang mempunyai koridor tertentu yang diatur oleh Otoritas Moneter yaitu Bank Indonesia. Dalam proses penyusunan tersebut, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan tentang Rencana Bisnis Bank Umum yang berisi ringkasan eksekutif, kinerja Bank saat ini, penerapan manajemen risiko, kebijakan dan strategi manajemen, proyeksi keuangan, rencana-rencana operasional, proyeksi rasio dan pos-pos tertentu, dan lain-lain. Kinerja perbankan sangat penting bagi perekonomian nasional, sehingga sejak awal perencanaaan Anggaran diawasi dengan ketat oleh Bank Indonesia. Salah satu alat kendali Anggaran dan Realisasinya adalah rasio keuangan (dalam hal ini rasio perbankan). Rasio yang menjadi acuan adalah CAMELS, yang terdiri dari rasio Permodalan, Kualitas Aset, Manajemen, Rentabilitas, Likuiditas,dan Sensitivitas terhadap risiko pasar. Rasio yang digunakan Bank "XYZ" dalam penyusunan anggaran pusat adalah CAR, NPL, NIM, ROA, ROE, BOPO dan LDR. Sedangkan rasio yang diperhatikan oleh cabang dalam penyusunan anggarannya adalah NPL, LDR, NIM dan BOPO. Rasio-rasio tersebut digunakan sebagai alat bantu dalam menyusun anggaran laba, karena rasio tersebut mencerminkan kinerja cabang dalam memperoleh profitabilitas. Perhitungan terhadap rasio-rasio tersebut dilakukan setelah anggaran tersusun. Yang berhak mengesahkan adalah komisaris, sehingga anggaran cabang bersifat sementara sampai komisaris menyetujuinya. Kinerja Bank "XYZ" berdasarkan perbandingan rasio anggaran dan realisasi menunjukkan bahwa perkembangan aset dan pertumbuhan laba cukup baik. Rasio NPL dan NIM yang ada di cabang termasuk kategori "Baik". Hal ini menunjukkan kredit macet dapat ditekan, namun tetap dapat menghasilkan keuntungan yang berasal dari penerimaan bunga. Rasio LDR dan BOPO Bank "XYZ" kurang memenuhi standar BI, dan bila rasio tersebut dibandingkan dengan rata-rata Bank Umum masih berada dibawahnya. Efisiensi biaya operasional masih kurang optimal, dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga( DPK) kurang efektif. Rasio CAR dan ROE Bank "XYZ" tidak memenuhi peraturan BI, baik anggaran dan realisasinya. Hal ini disebabkan perhitungan unsur modal hanya berasal dari Laba Tahun Berjalan, itupun hanya diakui 50%. Rasio ROA dan KAP (1&2) termasuk kategori baik, memenuhi standar Bank Indonesia dan juga rata-rata Bank Umum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 A 32/07 Wit p
Uncontrolled Keywords: BUDGET IN BUSINESS; MANAGERIAL ACCOUNTING
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG1501-3550 Banking
H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG1501-3550 Banking > HG1706-1708 Accounting. Bookkeeping
H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ9103-9695 Local finance. Municipal finance
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Nani Widayanti, 040214348 EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorWIWIEK DIANAWATI, Dra., M.Si., Ak.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Date Deposited: 20 Apr 2007 12:00
Last Modified: 20 Jun 2017 21:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/5904
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item