GAMBARAN STATUS GIZI, AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT KONSUMSI KEDELAIPADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DI SMKN 10 SURABAYA

EVA FLOURENTINA KUSUMAWARDANI, 101411123032 (2017) GAMBARAN STATUS GIZI, AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT KONSUMSI KEDELAIPADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DI SMKN 10 SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (37kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 81-17 Kus g.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Premenstrual sindrom (PMS) merupakan sekumpulan gejala yang terjadi 4-7 hari menjelang menstruasi dan berkurang gejalanya setelah menstruasi terjadi. Gejala PMS dipengaruhi oleh tingginya kadar estrogen dalam tubuh. Status gizi, aktivitas fisik dan tingkat konsumsi makanan tinggi isoflavon seperti kedelai dapat mengurangi keluhan PMS bagi remaja putri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang status gizi, aktivitas fisik dan tingkat konsumsi kedelai pada remaja putri yang mengalami PMS di SMKN 10 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian sejumlah 306 remaja putri, dengan besar sampel 59 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuisioner, pengukuran status gizi dengan alat pengukuran anthropometri. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik remaja putri, status gizi (IMT/U), aktivitas fisik, tingkat konsumsi kedelai dan derajat premenstrual sindrom. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas (74,6%) responden mempunyai status gizi kurus. Aktivitas fisik yang paling sering dilakukan 1 minggu yang lalu dengan intensitas >7x yaitu jalan-jalan dan bersepeda (10,2%). Tingkat aktivitas fisik tergolong ringan (88,1%). Tingkat konsumsi kedelai remaja putri tergolong sedang (17,22-28,36 porsi perbulan) dengan jenis olahan kedelai yang paling sering dikonsumsi dalam jumlah medium (75 g) antara lain; tahu (69,5%), tempe (66,1%) dan susu kedelai 450 ml (37,3%). Gejala PMS yang paling sering dirasakan setiap bulannya adalah berupa gejala fisik dan psikologis yaitu fatigue (25,4%) dan paintful and tender breast (35,6%), sedangkan gejala psikologis yang sering dialami adalah mudah tersinggung (irritability) 20,3% dan gelisah (restiesness) 18,6%. Remaja putri dengan status gizi kurang akan mengalami derajat PMS sedang 11,9%, sedangkan aktivitas fisik yang ringan mengalami derajat PMS sedang 8,6% dan tingkat konsumsi kedelai tinggi hanya 8,5% mengalami derajat PMS sedang. Pentingnya menjaga asupan makanan, dan mengonsumsi bahan makanan tinggi isoflavon tinggi seperti kedelai, serta melakukan aktivitas fisik yang teratur dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat PMS bagi remaja putri setiap bulannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 81-17 Kus g
Uncontrolled Keywords: remaja, status gizi, aktivitas fisik, kedelai, premenstrual sindrom
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
EVA FLOURENTINA KUSUMAWARDANI, 101411123032UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAnnis Catur Adi, Dr. , Ir., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 19 Jul 2017 19:39
Last Modified: 19 Jul 2017 19:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/59183
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item