HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN HIGIENE PERORANGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH KALI KEDINDING SURABAYA TAHUN 2016

AMALINDA MEGA NOVASARI, 101411123023 (2017) HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN HIGIENE PERORANGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH KALI KEDINDING SURABAYA TAHUN 2016. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (128kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 91-17 Nov h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (991kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kejadian demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani secara serius di Indonesia. Total kasus demam tifoid mencapai 41.081 penderita yang terdiri dari 19.706 laki-laki, 21.375 perempuan dan 274 penderita telah meninggal dunia. Sedangkan berdasar data Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2015, jumlah pasien dengan klinis tifoid tercatat sebanyak 12.752 dengan widal positif sebanyak 9.862 penderita. Penelitian ini bertjuan untuk menganalisis hubungan sanitasi lingkungan (sarana air bersih, sarana pembuangan tinja dan sarana pembuangan sampah) dan higiene perorangan (kebiasaan mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar, mencuci tangan sebelum makan, mencuci bahan makanan yang langsung dimakan, kebiasaan makan di luar rumah dan memotong kuku) terhadap kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya tahun 2016. Penelitian dilakukan dengan desain case control dengan analisa data menggunakan chi-square. Dilaksanakan pada bulan Juli-Desember 2016 dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan pemeriksaan laboratorium. Wawancara dilakukan pada 44 reponden yang terdiri dari 22 orang responden kelompok kasus dan 22 responden kelompok kontrol. Observasi dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang sarana sanitasi yang meliputi sarana air bersih, pembuangan tinja dan pembuangan sampah. Kuesioner digunakan untuk menggali kebiasaan responden tentang higiene perorangan. Sedangkan uji laboratorium dilakukan untuk mengidentifikasi kuman Salmonella sp dalam makanan sebagai data pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah memiliki sarana sanitasi yang memenuhi standar. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa higiene perorangan berupa kebiasaan makan di luar rumah dan kebiasaan memotong kuku mempunyai hubungan bermakna dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah higiene perorangan (kebiasaan makan di luar rumah dan kebiasaan memotong kuku) mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian demam tifoid. Saran untuk Puskesmas Tanah Kali Kedinding adalah melakukan pengembangan program terkait higiene perorangan untuk meminimalisir potensi terjadinya demam tifoid.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 91-17 Nov h
Uncontrolled Keywords: demam tifoid, higiene perorangan, sanitasi lingkungan.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
AMALINDA MEGA NOVASARI, 101411123023UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorCorie Indria Prasasti, S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 20 Jul 2017 16:27
Last Modified: 20 Jul 2017 16:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/59231
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item