ANALISIS STATISTIK SPASIAL PENENTUAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH KASUS TUBERKULOSIS (TB) TAHUN 2014 DI KOTA SURABAYA

YULINUR FIRDAUS, 101211133044 (2017) ANALISIS STATISTIK SPASIAL PENENTUAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH KASUS TUBERKULOSIS (TB) TAHUN 2014 DI KOTA SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (36kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 97-17 Fir a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (939kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi kejadian Tuberkulosis (TB) paru pada Kecamatan di Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-reaktif yang merupakan jenis penelitian untuk data sekunder. Unit analisis pada penelitian ini berupa 31 Kecamatan di Kota Surabaya dengan variabel respon berupa jumlah kasus TB paru (Y). Penelitian dilakukan dengan melihat pengaruh variabel prediktor (X) pada tiap kecamatan dengan menggunakan analisis spasial untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi secara dominan di setiap wilayah. Variabel prediktor yang diteliti yakni; jumlah puskesmas (X1), jumlah temmpat tinggal (X2), jumlah rumah tangga miskin (X3), dan kepadatan penduduk (X4). Pemodelan spasial pada pemilihan pemodelan terbaik ialah pemodelan MGWR dengan nilai AIC minimum sebesar 343,231. Penelitian ini menemukan variabel prediktor (X) yang mempengaruhi variabel respon (Y) secara signifikan seluruhnya disemua Kecamatan adalah variabel jumlah tempat tinggal (X2). Variabel jumlah puskesmas (X1) berpengaruh pada 18 Kecamatan yakni; Sukomanunggal, Tandes, Asemrowo, Benowo, Genteng, Tegalsari, Bubutan, Simokerto, Pabean Cantikan, Semampir, Krembangan, Bulak, Kenjeran, Tambaksari, Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Sawahan.Variabel jumlah rumah tangga miskin (X3) berpengaruh pada 10 Kecamatan yakni; Wonokromo, Karang Pilang, Dukuh Pakis, Wiyung, Gayungan, Wonocolo, Jambangan, Tenggilis, Lakarsanti, Sambikerep.Terdapat 3 Kecamatan yang tidak memiliki variabel yang signifikaan terhadap peningkatan jumlah kasus TB seperti; Pakal, Rungkut and Gunung Anyar. Kesimpulan pada penelitian ini adalah analisis regresi spasial dengan pemodelan MGWR cocok digunakan pada analisis jumlah kasus TB. Variasi kasus TB paru di Kota Surabaya tinggi dengan persebaran kasus yang mengelompok pada beberapa wilayah karena memiliki efek keruangan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 97-17 Fir a
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis, AnalisisRegresi Spasial
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
YULINUR FIRDAUS, 101211133044UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSoenarnatalina Melaniani, Dr. , Ir., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 20 Jul 2017 18:35
Last Modified: 20 Jul 2017 18:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/59275
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item