OPTIMASI FASE GERAK METANOL-AIR UNTUK ANALISIS KUANTlTATIF CAMPURAN SULFAMETOKSAZOL DAN TRIMETOPRIM DENGAN METODE KCKT

DEBBlE NIANTA MUSIGIASARI, 059211352 (1998) OPTIMASI FASE GERAK METANOL-AIR UNTUK ANALISIS KUANTlTATIF CAMPURAN SULFAMETOKSAZOL DAN TRIMETOPRIM DENGAN METODE KCKT. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
kk FF 1038.98 Mus o.pdf

Download (120kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode KCKT untuk mendapatkan komposisi fase gerak metanol-air yang optimal untuk analisis kuantitatif campuran Sulfametoksazol dan Trimetoprim. Tahapan ana1isis dengan KCKT adalah optimasi fase gerak untuk pemisahan Sulfametoksazol dan Trimetoprim dengan kondisi KCKT yang digunakan adalah knlom ZQrbax. ODS" foe gemk campuran metanC)l-air, detektor Spektrofotometer tN-Vis dengan panjang gelombang 287 nm. Selanjutnya dilakllkan elusi terbadap larutan tungaJ Sulfiunetoksazol dan Trimetoprim denpn komposisi fase gerak metanol-air (95: 5). (90 : 10). (87 : 13). (85 : 15)~ (83 : 17) dan (80 : 20). Kemudian larutao campuran Sulfametoksazol dan Trimetoprim disuntikkan dan dielusi dengan komposisi fase gerak metanot-air seperti pads tarutan tungal. Sehingga didapatkan fase gerak yang optimal sesuai kriteria harp Rs > 1.5 dan harp a > 1 yaitu perbandingan metanol-air (85 : 15). Pada komposisi tersebut memberikan harp Rs "'" 1.6955 dan harp a = 4,7078. Pada uji validasi metode. pertama adalah penentuan batas deteksi (BD) dan batas kuantitasi (BK), diperoleb harp batas deteksi untuk Sulfametoksazol 0.1173 ppm dan Trimetprim 1.5593 ppm. Sedangkan harp batas kuantitasi untuk Sulfametoksazol 0,3909 ppm dan Trimetoprim 5,1975 ppm. SelanjuJ:D¥a adalah penentuat1 kelufU!(Rn stau lit1ierita'l dim8M diperoleh harp koefisien kore1a.si ( r ) Sulfametoksazol 0.9986 dan lroefisien korelasi ( r) Trimetoprim 0.9981. Didapatkan pula barga Xp = U2..75 ppm dan Xi "'" 127;l5 ppm untuk Sulfametoksazol, dimana teIbukti bahwa Xp < Xi. Sedangkan untuk Trimetoprim diperoleh harp Xp = 30,06 ppm dan Xi -= 31,38 ppm. Pacia penentuan ketelitian atau presisi diperoleb koefisien variasi untuk Sulfametoksazol 1,12 % dan Trimetoprim 1.78 %. Sedanglmn pads.. penentuan ketepaqn atHu a'mllls1 didapatbn mbM"8ta prosen perolehan kembali. untuk Sulfametoksazol 100.19 % dan Trimetoprim 99,86 %.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FULLTEXT TIDAK TERSEDIA
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD71-142 Analytical chemistry
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmakognosi Fitokimia
Creators:
CreatorsEmail
DEBBlE NIANTA MUSIGIASARI, 059211352UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorJUNIAR SOERJONO, Dra., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 20 Jul 2017 23:17
Last Modified: 20 Jul 2017 23:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/59320
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item