KULTUR MURNI PAKAN ALAMI Amphora sp. DI BALAI BUDIDAYA LAUT LOMBOK STASIUN SEKOTONG, LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT

EMIR LAROY BAFIHI, 141211132043 (2016) KULTUR MURNI PAKAN ALAMI Amphora sp. DI BALAI BUDIDAYA LAUT LOMBOK STASIUN SEKOTONG, LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
PKL.PK.BP 170-16 Baf k ABSTRACT.pdf

Download (265kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PKL.PK.BP 170-16 Baf k LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pakan alami merupakan faktor penting dalam kegiatan budidaya karena pengembangan suatu komoditas perikanan sangat bergantung pada pasokan benih. Pasokan benih yang baik ditentukan oleh ketersediaan pakan alami. Amphora sp. merupakan salah satu diatom yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami. Tujuan Praktek Kerja Lapang ini adalah mempelajari ilmu kultur murni Amphora sp., faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan kultur murni serta hambatannya. Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Balai Budidaya Laut Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 12 Januari - 20 Februari 2015. Metode Kerja yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengambilan data meliputi data primer dan sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan partisipasi aktif. Kultur murni Amphora sp. di BBL Lombok terdiri dari kegiatan : persiapan peralatan dan media kultur, persiapan bibit, pembuatan pupuk, kultur pada media agar dan cair, pengamatan pertumbuhan Amphora sp. serta pemanenan. Persiapan peralatan dan media kultur harus steril. Persiapan bibit bertujuan untuk seleksi apakah bibit masih layak digunakan atau tidak. Pupuk yang digunakan dalam kegiatan ini terdapat dua macam, yakni pupuk komersil dan pupuk Na Medium. Kultur pada media agar dilakukan menggunakan metode tuang dan gores. Kultur pada media cair dilakukan menggunakan metode bertingkat. Pengamatan pertumbuhan dilakukan dengan melakukan penghitungan kepadatan plankton. Penghitungan plankton menggunakan bantuan alat haemocytometer, mikroskop, dan hand counter. Pemanenan plankton dilakukan pada fase stasioner yakni pada hari ke-5. Hambatan yang ada pada kultur murni Amphora sp. adalah tumbuhnya kontaminan berupa protozoa atau diatom lain yang dikultur di dalam satu ruangan.

Item Type: Other
Additional Information: PKL.PK.BP.170/16 Baf k
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture > SB610-615 Weeds, parasitic plants, etc.
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Kelautan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
EMIR LAROY BAFIHI, 141211132043UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorEndang Dewi Masithah, Dr., Ir., MP.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 02 Aug 2017 00:16
Last Modified: 02 Aug 2017 00:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/59699
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item