SINTESIS DAN KARAKTERISASI SCAFFOLD BERBASIS BIOKOMPOSIT SELULOSA BAKTERI-HIDROKSIAPATIT UNTUK KANDIDAT PENYEMBUHAN TULANG

ASTRIANI HENDAYANTI IRMA SURYANI, 081211731037 (2016) SINTESIS DAN KARAKTERISASI SCAFFOLD BERBASIS BIOKOMPOSIT SELULOSA BAKTERI-HIDROKSIAPATIT UNTUK KANDIDAT PENYEMBUHAN TULANG. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (187kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT MPF. 02.17 Sur s.pdf
Restricted to Registered users only until 3 August 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perbaikan tulang pada daerah cacat selama ini dilakukan dengan allograft atau xenograft. Namun, penggunaannya menimbulkan resiko imunologik sehingga perlu dikembangkan rekayasa jaringan tulang berupa scaffold biokomposit selulosa bakteri dan hidroksiapatit dengan penambahan PVP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik PVP terhadap karakteristik mikroskopik, porositas, degradasi, dan kekuatan tekan. Pada penelitian ini sintesis dilakukan melalui tiga tahapan yaitu perendaman selulosa bakteri pada PVP dalam lima variasi waktu yaitu 1 hari, 5 hari, 7 hari, dan 15 hari, masing-masing dilanjutkan dengan perendaman larutan CaCl2 selama 18 jam, dan larutan KH2PO4 selama 18 jam pada pH 9. Karakterisasi dari penelitian ini yaitu uji gugus fungsi (FTIR), uji identifikasi fasa (XRD), uji morfologi (SEM-EDX), uji porositas, uji in vitro biodegradasi, dan uji kekuatan tekan. Uji gugus fungsi menunjukkan adanya fosfat pada bilangan gelombang 600,63 cm-1–1061,59 cm-1 dan karbonat pada bilangan gelombang 670,72 cm-1–1464,67 cm-1 untuk kelima sampel. Uji identifikasi fasa menunjukkan telah terbentuk fasa hidroksiapatit yang ditunjukkan dengan munculnya puncak pada sudut 2� 22,80o, 28,14o, dan 40,49o. Karakteristik morfologi menunjukkan hidroksiapatit terdekomposisi menyelimuti selulosa bakteri, membentuk partikel padat dan teraglomerasi serta hasil ukuran pori sekitar 100-300 μm, untuk identifikasi unsur menggunakan EDX didapat rasio Ca/P pada rentang 1,28-1,73. Hasil uji porositas kelima sampel yaitu sekitar 70-80 %. Hasil uji in vitro degradasi kelima sampel menunjukkan kenaikan persentase degradasiyaitu pada rentang 49,78%-77,27% pada minggu ketiga yang membuktikan selulosa bakteri mudah terdegradasi. Hasil uji kekuatan tekan diperoleh hasil pada rentang 0,63 MPa-1,59 MPa. Berdasarkan hasil karakteristik pada penelitian scaffold biokomposit selulosa bakteri dan hidroksiapatit dengan penambahan PVP memiliki potensi sebagai kandidat penyembuhan tulang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: MPF. 02.17 Sur s
Uncontrolled Keywords: scaffold, selulosa bakteri, hidroksiapatit, Polyvynil pirrolidone
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL1-991 Zoology
Q Science > QR Microbiology > QR1-502 Microbiology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Tekno Biomedik
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ASTRIANI HENDAYANTI IRMA SURYANI, 081211731037UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorJan Ady, S.Si., MSi.UNSPECIFIED
ContributorAminatun, Dr., Ir., MSi.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 02 Aug 2017 21:29
Last Modified: 02 Aug 2017 21:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/59743
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item