PENGARUH JOB INSECURITY TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING DENGAN EMPLOYABILITY SEBAGAI VARIABEL MODERATOR PADA KARYAWAN OUTSOURCING DI WILAYAH KABUPATEN SIDOARJO

TITIN YUL ULFA, 111211131008 (2017) PENGARUH JOB INSECURITY TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING DENGAN EMPLOYABILITY SEBAGAI VARIABEL MODERATOR PADA KARYAWAN OUTSOURCING DI WILAYAH KABUPATEN SIDOARJO. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
abstrak.pdf

Download (41kB) | Preview
[img] Text (full text)
Text FULLTEXT - TITIN.pdf
Restricted to Registered users only until 3 August 2020.

Download (1MB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Job Insecurity terhadap Subjective Well-being dengan Employability sebagai variabel moderator pada karyawan outsourcing di Wilayah Kabupaten Sidoarjo. Dalam penelitian ini definisi Job insecurity mengacu pada penjelasan dari De Witte (2005) dan Subjective Well-being mengacu pada penjelasan Diener (2000). Subjective wellbeing akan dilihat dari dua komponen penyusunnya yaitu komponen kognitif dan komponen afekif. Sedangkan penjelasan dari Employability mengacu pada Rothwel dan Arnold (2007). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 151 orang karyawan outsourcing di Kabupaten Sidoarjo. Data diperoleh menggunakan metode survey dengan translasi skala Job Insecurity Scale dari De Witte (2000), Satisfaction with Life Scale (SWLS) dari Diener (1985), Positive Affect Negative Affect Schedule yang dikembangkan oleh Watson dan Tellegen (1985) serta selfperceived employability scale dari Andrew Rothwell dan John Arnold (2007). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi berjenjang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa job insecurity tidak berpengaruh terhadap komponen kognitif dari subjective well-being. Namun, job insecurity berpengaruh terhadap komponen afektif dari subjective well-being. Hal tersebut dilihat dari taraf signifikansi yang lebih besar dari 0.05 yaitu 0.854 dengan nilai B sebesar 0.028 pada komponen kognitif subjective well-being sebagai variabel dependen. Sedangkan taraf signifikansi menunjukkan nilai yang lebih kecil dari 0.05 yaitu 0.000 dengan nilai B sebesar -1.566 pada komponen afektif subjective well-being sebagai variabel dependen.Dalam Penelitian ini tidak ditemukan efek moderasi dari variabel employability pada Hubungan kedua variabel.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 PSI 35/17 Ulf p
Uncontrolled Keywords: Job Insecurity, Subjective Well-Being, Employability, Outsourcing Referensi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
TITIN YUL ULFA, 111211131008UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDimas Aryo Wicaksono, S.Psi.,M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 02 Aug 2017 19:48
Last Modified: 02 Aug 2017 19:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/59755
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item