HAK WARIS SENTANA MULIH DAHA (PULANG KEMBALI) AKIBAT PERCERAIAN MENURUT HUKUM ADAT BALI

I KADEK SURYA TAMANBALI, S.H., 031424253067 (2017) HAK WARIS SENTANA MULIH DAHA (PULANG KEMBALI) AKIBAT PERCERAIAN MENURUT HUKUM ADAT BALI. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (58kB) | Preview
[img] Text (full text)
TESIS I KADEK SURYA T FIX.compressed.pdf
Restricted to Registered users only until 11 August 2020.

Download (543kB)

Abstract

Dalam masyarakat patrilinial di Bali kedudukan laki-laki (purusa) sangatlah penting. Ada beberapa jenis perkawinan di Bali, salah satunya perkawinan nyentana. Apabila seorang laki-laki melaksanakan perkawinan nyentana maka ia akan ditarik kerumpun keluarga perempuan. Dalam hal ini kedudukan perempuan diangkat statusnya menjadi purusa (laki-laki) sedangkan laki-laki menjadi predana (perempuan). Seorang laki-laki yang melaksanakan perkawinan nyentana apabila ia kembali kepada keluarga asalnya akibat dari perceraian disebut sentana mulih deha. Dalam peristiwa tersebut sering terjadi permasalahan mengenai hak mewaris dari laki-laki tersebut terhadap harta warisan orangtuanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum yuridis normatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian hukum ini adalah pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), Pendekatan konsep (Conceptual Approach) dan pendekatan Studi Kasus (Case Study) di Banjar Bunutan Desa Kedewatan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Perceraian dalam perkawinan nyentana tidak akan mengubah kedudukan anak hasil dari perkawinan tersebut, anak yang lahir akan tetap menjadi anggota keluarga sentana rajeg, sedangkan laki-laki nyentana akan kembali ke rumah orangtua asalnya. Kedudukan sentana mulih deha dalam Hukum Adat Bali bukan sebagai ahli waris, hal ini juga ditegaskan dalam Awig-Awig Desa Pekraman Bunutan, namun sentana mulih deha hanya berhak sebatas menikmati harta orangtua asalnya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 11/17 Tam h
Uncontrolled Keywords: Hak Waris, Sentana Mulih Deha, Hukum Adat Bali.
Subjects: K Law
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Psikologi
Creators:
CreatorsEmail
I KADEK SURYA TAMANBALI, S.H., 031424253067UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Hajati, Prof. Dr. , S.H., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 10 Aug 2017 16:26
Last Modified: 10 Aug 2017 17:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/60200
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item