PENGARUH DOSIS PEMBERIAN EKSTRAK BUAH DELIMA(Punica granatum Linn) TERHADAP EKSPRESI CASPASE-3 DAN FOLIKULOGENESIS PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIPAPAR FORMALDEHYDE

DIAN ANGGRAINI, 011414653018 (2017) PENGARUH DOSIS PEMBERIAN EKSTRAK BUAH DELIMA(Punica granatum Linn) TERHADAP EKSPRESI CASPASE-3 DAN FOLIKULOGENESIS PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIPAPAR FORMALDEHYDE. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (94kB) | Preview
[img] Text (full text)
TESIS DIAN IKR.compressed.pdf
Restricted to Registered users only until 18 August 2020.

Download (969kB)

Abstract

Paparan formaldehyde bervariasi dan dapat berasal dari udara, makanan, dan kontak langsung dengan kulit. Udara bebas mengandung formaldehyde berkisar antara 0,1-1000 ppb, pada air minum mengandung 10-100 μg/L, sedangkan buah, sayuran, daging, dan ikan megandung formaldehyde antara 1- 100 μg/L dan meningkat kadarnya dengan cara memasak pengasapan dan pembakaran dan pada keadaan yang lebih ekstrim, formaldehyde juga ditambahkan pada makanan sebagai bahan pengawet dengan kadar yang sangat tinggi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa formaldehyde dapat merusak sistem reproduksi wanita hingga menimbulkan infertilitas. Buah delima adalah tanaman rakyat yang dikenal luas di Indonesia dengan nama ilmiah Punica granatum Linn. Kandungan utama dari buah ini adalah polyphenol yang memiliki bahan aktif punicalgin yang paling dominan. Ekstrak delima memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker kuat. Efek antioksidan tersebut didapat dari polyphenol yang saat masuk ke dalam tubuh dan memperkuat antioksidan endogen sehingga menurunkan jumlah sel yang mengalami apoptosis. Hal tersebut dilakukan dengan mengurangi produksi ROS (Reactive oxygen species) sehingga produksi lipid peroxyde berkurang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan ekspresi caspase-3 dan folikulogenesis pada mencit yang terpapar formaldehyde kemudian diberikan terapi aquabides, ekstrak buah delima dosis 100, 150, dan 200 mg/kg BB dengan CMC 0,5% Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan post test only control grup design. Subyek penelitian mencit betina dengan pengambilan sampel acak lengkap yang dibagi dalam 4 kelompok, 1 kelompok kontrol positif dan 3 kelompok perlakuan. Setiap kelompok terdiri atas 11 hewan coba. Kelompok kontrol diberikan suspensi aquabides CMC 0,5% 0,2 ml/ 20 grBB secara sonde selama 12 hari. Kelompok perlakuan diberikan ekstrak kulit buah delima yang telah dilarutkan dalam suspensi CMC 0,5% secara sonde dengan dosis bertingkat 100 mg/ kgBB (K1), 150 mg/ kgBB (K2), dan 200 mg/ kgBB (K3) 0,2 ml/ 20 grBB setiap pemberian selama 12 hari. Mencit dilakukan pemeriksaan siklus kemudian pada fase estrus mulai diberikan formaldehyde selama 12 hari dilanjutkan dengan ekstrak buah delima sesuai dengan kelompok perlakuan. Ekspresi caspase-3 diamati dengan menggunakan teknik imunohistokia dan diamati di bawah mikroskop cahaya biasa merk Nikon H600L yang dilengkapi dengan digital camera DS Fi2 300 megapixel dan soft ware pengolah gambar Nikkon Image System sedangkan folikulogenesis dilakukan pewarnaan dengan Hematoxylin eosin kemudian diamati dibawah mikroskop cahaya merk Nikon Eclipse Ci yang dilengkapi dengan Digital Camera Optilab Plus 12 Megapixel yang telah dikalibrasi, serta dilengkapi dengan software pengolah gambar Image Raster 3 untuk mengukur luas sel folikel dan menghitung jumlah sel granulosa. Distribusi caspase-3 mengalami penurunan yang signifikan seiring dengan penambahan dosis ekstrak buah delima demikian halnya pada folikulogenesis mengalami peningkatan jumlah seiring dengan penambahan dosis. Hasil uji Kruskall-Walls menunjukkan bahwa caspase-3 memiliki p=4,47x (p<0,05) dan folikulogenesis pada folikel primer p=0,089 (p>0,05) folikel sekunder p=709 (p>0,05), folikel tersier p=0,359 (p>0,05), folikel de Graaf p=0,001 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna pada caspase-3 dan folikel de Graaf pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat penurunan pada ekspresi caspase-3 dan perubahan folikulogenesis yang tidak berarti pada mencit yang terpapar formaldehyde dan diberikan terapi ekstrak buah delima dengan dosis 100, 150, dan 200 mg/kg BB

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKR 07/17 Ang p
Uncontrolled Keywords: FOLIKULOGENESIS
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Kesehatan Reproduksi
Creators:
CreatorsEmail
DIAN ANGGRAINI, 011414653018UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHendy Hendarto, Dr. , dr., Sp. OG (K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 17 Aug 2017 17:23
Last Modified: 17 Aug 2017 17:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/60526
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item