Konstruksi Identitas dalam Social Network Sites: kasus realava di Twitter

Azis Bilbargoya, 121214153023 (2016) Konstruksi Identitas dalam Social Network Sites: kasus realava di Twitter. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (81kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT TKSB 04-17 Bil k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini membahas konstruksi identitas di Social Network Sites yang sangat cair dan bergantung pada motivasi penggunanya. Penelitian ini dilatarbelakangi munculnya penggunaan nametag sebagai pengganti wajah manusia di SNS Twitter. Dengan nametag, pengguna SNS berusaha menjual komoditi dan mendistorsi realitas identitas yang ada. Penelitian ini menggunakan pengguna nametag (sering menyebut dirinya realava) sebagai objek penelitian. Realava merupakan pernyataan atas keinginan untuk diakui sebagai yang “asli”. Adanya “jarak” antara dunia nyata (asli) dan dunia siber (“asli”), menjadi keniscayaan muncul simulasi yang berjalan dalam konstruksi identitas tersebut. Simulasi dimanfaatkan sebagai pembentuk komoditi identitas sebagai alat penarik follower yang mengalami pengestetikaan dengan mementingkan tanda, citra, dan visual. Penelitian ini mengkaji bagaimana permainan dan peranan tanda dalam Twitter pengguna nametag realava mengonstruk identitas menjadi sebuah komoditi berupa konsep idola (selebtwit) dan transaksi seksual online. Diharapkan dengan pembacaan permainan dan peran tanda dapat menunjukkan komodifikasi identitas yang mementingkan nilai lebih dari nilai tukar menjadi nilai tanda untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan dua sumber data; primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan analisis tekstual dan observasi terlibat dengan mengikuti aktivitas pelaku dan ikut serta dalam komunikasi aktif pengguna realava. Sedangkan data sekunder berupa hasil in-depth interview kepada informan terpilih. Hasil penelitian menemukan bahwa sistem simulasi akun realava yang memiliki citra seolah-olah indah, meskipun tidak sesuai dengan realitas, justru dianggap dan dinikmati sebagai realitas. Citra-citra tersebut diantaranya: citra perempuan terpelajar, high class, feminin, lembut, dan penuh gairah. Permainan dan peranan tanda tersebut memiliki konsekuensi dan implikasi yang dapat menggeser makna identitas, yaitu: (a) interaksi seksual yang merupakan urusan privat sudah menjadi bentuk bisnis kapital sehingga kabur sekat antara urusan privat dengan urusan publik; (b) lahirnya kecabulan informasi karena dalam wacana realava ini informasi kecil atau rahasia seseorang ditelanjangi dan digambarkan secara gamblang; (c) mencuatkan figur narsis yang dibuat seolah terkenal meskipun tidak diketahui siapa sesungguhnya figur tersebut; (d) rekonstruksi identitas di Twitter yang terusmenerus yang dihubungkan dengan gaya hidup, penampilan, dan citra untuk menampilkan figur yang diakui dan bisa dihargai lebih dari akun lain.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TKSB 04/17 Bil k
Uncontrolled Keywords: nametag, realava, identitas, sistem tanda, cyber culture
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Q Science > QA Mathematics > QA76.575 Multimedia systems and Internet
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
Azis Bilbargoya, 121214153023UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRachmah Ida, Prof., Dra., M.Com., Ph.D.UNSPECIFIED
ContributorDiah Ariani Arimbi, S.S., M.A., Ph.D.UNSPECIFIED
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 21 Aug 2017 16:37
Last Modified: 21 Aug 2017 16:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/60708
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item