PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOKAL DALAM PERSPEKTIF RUANG PUBLIK HABERMAS (Studi Kasus: Lawang Sewu Semarang)

RIFQI FATAWI, 121214153014 (2016) PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOKAL DALAM PERSPEKTIF RUANG PUBLIK HABERMAS (Studi Kasus: Lawang Sewu Semarang). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (143kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT TKSB 08-17 Fat p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian tentang Pelestarian Cagar Budaya dengan Pendekatan Budaya Lokal dalam Perspektif Ruang Publik Habermas(Studi Kasus: Lawang Sewu Semarang) adalah penelitian yang bertujuan untuk mendiskripsikan fenomena dan konteks tentang pelestarian cagar budaya dengan pendekatan budaya lokal di Lawang Sewu Semarang. Selain itu juga untuk mengetahui efektifitas penerimaan publik terhadap pagelaran budaya lokal di Lawang Sewu dan untuk mengetahui politik publik Lawang Sewu dalam perspektif Habermas Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis ruang publik Jurgen Habermas. Deskriptif karena data yang diambil merupakan data-data deskriptif dari hasil wawancara dan observasi, yaitu dengan pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap Lawang Sewu mengalami pergeseran dari yang semula memaknai Lawang Sewu sebagai bangunan ‘angker’ bergeser pemaknaannya bahwa Lawang Sewu merupakan bangunan sejarah dan cagar budaya yang harus dilestarikan bersama, meskipun tidak serta merta menghapus pemaknaan ‘angker’ itu sendiri. Dengan adanya pagelaran seni budaya lokal di Lawang Sewu menjadi sarana yang efektif untuk menarik wisatawan, terbukti dari jumlah pengunjung yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada aspek politik publik, perubahan persepsi dan konsumsi atas nilai mistis menjadi hal yang saling berkaitan, Lawang Sewu adalah ruang publik, hal ini ditandai dengan terbukanya ruang yang ada di dalam bangunan Lawang Sewu untuk masyarakat umum.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TKSB 08/17 Fat p
Uncontrolled Keywords: Lawang Sewu, ruang publik Habermas, budaya lokal
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
RIFQI FATAWI, 121214153014UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTrisna Kumala Satya Dewi, Dr., M.S.UNSPECIFIED
ContributorPuji Karyanto, S.S., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 21 Aug 2017 16:54
Last Modified: 21 Aug 2017 16:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/60712
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item