ANALISIS TEKS BERITA KONFLIK PEMBATALAN PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI MOJOKERTO TAHUN 2015 DI HARIAN RADAR MOJOKERTO DAN BHIRAWA

PARADISA EVA DEWANTI, 071414853041 (2016) ANALISIS TEKS BERITA KONFLIK PEMBATALAN PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI MOJOKERTO TAHUN 2015 DI HARIAN RADAR MOJOKERTO DAN BHIRAWA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (47kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT TSK 01-17 Dew a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Media sering dianggap sebagai cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia. Karenanya para pengelola media menampilkan berita sering merasa “tidak bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik, dan berbagai keburukan lain, media hanya sebagai refleksi fakta. Sesungguhnya angle, arah, dari isi yang dianggap sebagai cermin realitas ini diputuskan oleh para professional media, dan khalayak tidak sepenuhnya bebas untuk mengetahui sesuatu yang mereka inginkan. Studi ini lebih lanjut ingin melihat nilai-nilai yang melatarbelakangi terbentuknya pemberitaan dari kedua kandidat yang berkonflik pada pembatalan passangan calon Bupati wakil Bupati Mojokerto tahun 2015 sekaligus mengetahui bagaimana Media meliput pemberitaan kedua tokoh yang berkonflik serta bagaimana representasi kedua tokoh tersebut dengan menggunakan analisis tekstual. Radar Mojokerto dan Bhirawa dalam konflik pembatalan calon bupati dan wakil bupati Mojokerto tahun 2015 meliput kedua tokoh politik tersebut kurang memiliki keberimbangan pemberitaan, pemberitaan Nisa sebagai korban pencoretan mendominasi dengan memberikan nilai-nilai sosial dan budaya di dalamnya. Kedua media merepresentasikan secara positif terhadap Nisa-Syah walaupun sebagai pihak yang memiliki rekomendasi partai PPP palsu, namun citra yang dimiliki lebih dianggap sebagai korban pencoretan Pasangan Calon Bupati 2015, sedangkan Mustofa Kamal Pasa direpresentasikan kurang baik dalam pemberitaan, hal ini dikarenakan terdapatnya unsur estetika bahwa representasi selalu memiliki unsur dimana yang lemah yaitu sebagai korban pencoretan pasangan calon bupati terlihat positif, dan yang kuat yaitu penggugat untuk pencoretan pasangan calon bupati terlihat negatif. Sehingga media membentuk representasi seorang aktor sosial untuk menciptakan suatu makna dengan cara memberikan hal-hal yang bersifat kultural dan estetika di dalam pemberitaannya agar terlihat menarik untuk dibaca dan menjadi perhatian lebih oleh masyarakat.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TSK 01/17 Dew a
Uncontrolled Keywords: Analisis Tekstual, Konflik Politik, Representasi
Subjects: J Political Science > JF Political institutions (General)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Media dan Ilmu Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
PARADISA EVA DEWANTI, 071414853041UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHenry Subiakto, Prof., Dr., S.H., M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 24 Aug 2017 19:21
Last Modified: 24 Aug 2017 19:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/60919
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item